MIMIKA – Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih mencukupi dalam beberapa hari ke depan meski ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap distribusi energi global. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu antrean di SPBU.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Tengah, Junaedi Kala, mengatakan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di Timika saat ini berada pada kisaran 8 hingga 14 hari. Pasokan tambahan dijadwalkan masuk secara bertahap untuk menjaga stabilitas distribusi.
“Stok di Timika masih aman. Suplai berikutnya masuk pada 1 April, disusul avtur pada 3 April, sehingga ketersediaan dipastikan tidak terputus,” kata Junaedi kepada Galeri Papua, Senin, 30 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konflik di Timur Tengah turut memberi tekanan pada sektor energi nasional. Junaedi menyebut sekitar 20 persen pasokan BBM Indonesia terdampak gangguan distribusi di kawasan tersebut. Namun, diversifikasi sumber pasokan dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan energi. “Pemerintah dan manajemen pusat sudah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk suplai alternatif dari Amerika Serikat dan Singapura. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok di lapangan terus dipantau,” ujarnya.
Pertamina mengonfirmasi rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai awal April di tengah potensi kenaikan harga minyak dunia. Namun, besaran perubahan untuk wilayah Papua masih menunggu keputusan pemerintah pusat. “Kami belum menerima detail apakah akan ada kenaikan signifikan. Data harga akan diperbarui secara nasional pada akhir bulan,” kata Junaedi.
Selain itu juga, Pertamina memantau penjualan BBM di SPBU secara real-time untuk mengantisipasi spekulasi dan lonjakan pembelian tidak wajar. “Setiap transaksi terekam melalui sistem digital untuk mendeteksi lonjakan volume penjualan yang tidak wajar.” imbuhnya.
Pertamina tak segan menindak tegas lembaga penyalur yang terbukti bekerja sama dengan penimbun, serta tidak akan mentolerir praktik yang mengganggu distribusi BBM dan merugikan masyarakat.
Bupati Mimika Johannes Rettob, memastikan ketersediaan bahan bakar avtur untuk operasional penerbangan di Bandara Mozes Kilangin masih dalam kondisi aman. “Untuk avtur, sampai sekarang masih aman. Belum ada keluhan yang kami terima,” ujar johannes.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kondisi distribusi bahan bakar secara umum masih perlu diwaspadai, terutama untuk kebutuhan lain seperti kendaraan roda dua di dalam kota. “Kita belum tahu ke depan seperti apa, karena pelan-pelan kuota bahan bakar ini mulai dikurangi,” katanya.
Johannes mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi berbagai kebijakan terkait pengendalian konsumsi bahan bakar, termasuk wacana work from anywhere (WFA) yang diterapkan di sejumlah daerah. “Kita berharap kondisi tetap aman. Jangan sampai masyarakat panik karena kebijakan-kebijakan yang ada,” ujarnya.
Wartawan Kevin Kurni, berkontribusi dalam artikel ini.



















