Disinyalir ‘Pemain Lama’ di Balik Polemik Jabatan Mimika

Ahmad

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASN Pemkab Mimika mengikuti apel gabungan OPD perdana pasca libur Lebaran di Lapangan Puspem, Senin, 30 Maret 2026. GaleriPapua/Ahmad

ASN Pemkab Mimika mengikuti apel gabungan OPD perdana pasca libur Lebaran di Lapangan Puspem, Senin, 30 Maret 2026. GaleriPapua/Ahmad

MIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob menepis isu intervensi dalam perombakan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika yang memicu gelombang unjuk rasa beberapa waktu lalu. Ia menegaskan seluruh proses mutasi dilakukan sesuai mekanisme dan berada dalam kendalinya.

Pernyataan itu disampaikan Johannes saat memimpin apel gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan. Ia menilai isu yang berkembang sengaja dibangun untuk memecah hubungan dirinya dengan Wakil Bupati. “Niatnya untuk memecah belah saya dengan wakil bupati, seolah-olah semua keputusan itu kami tidak tahu,” kata Johannes, Senin, 30 Maret 2026.

Disinyalir ada indikasi pihak tertentu yang memainkan pola lama untuk menciptakan instabilitas di internal pemerintahan. Menurut dia, upaya adu domba antara bupati dan wakil bupati bukan hal baru. “Ini pemain lama yang biasa membuat konflik antara bupati dan wakil. Saya sudah curiga ada beberapa nama yang masih mengulang pola lama,” ujarnya.

Adapun proses mutasi dan penetapan jabatan dilakukan melalui sistem digital yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menegaskan tidak ada ruang bagi intervensi pihak ketiga dalam mekanisme tersebut. “Akun BKN saya pegang sendiri. Nama-nama diusulkan melalui BKPSDM, tapi saya cek dulu sebelum diunggah,” kata Johannes.

Baca Juga :  Mimika Anggarkan Rp2 Miliar bagi Tiap Distrik Jalankan Program Padat Karya

Johannea berkata, kendala yang sempat muncul dalam proses pelantikan lebih disebabkan persoalan administratif pada sistem MyASN, seperti ketidaksinkronan data atau dokumen kepegawaian yang belum lengkap, bukan karena faktor politis.

Di tengah polemik yang berkembang, ia meminta aparatur sipil negara tetap fokus pada pelayanan publik dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya. Johannes sendiri juga memastikan setiap kebijakan kepegawaian dibahas bersama Wakil Bupati sebelum diputuskan.

Pada 11 Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, serta pejabat fungsional di lingkungan pemerintah.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIDA Mimika Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelaporan Inovasi Daerah
Mimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital
Sinergi TNI dan Pemkab Mimika: Membedah Program TMMD ke-128 di Kampung Keakwa
Berkunjung ke Mimika, Wapres Gibran Belanja Alat Tulis untuk Anak Yatim
Sore Nanti Wapres Gibran ke Mimika, Ini Agendanya
Bupati Mimika Tegaskan Hibah Dua Rumah Dinas Kejari Bukan Gratifikasi
Dua Rumah Dinas Kejari Mimika dari Hibah Senilai Rp1,5 Miliar Diresmikan
Pemerintah Pusat Bakal Renovasi 21 Ribu Rumah di Papua

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:35 WIT

BRIDA Mimika Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelaporan Inovasi Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 16:06 WIT

Mimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital

Rabu, 22 April 2026 - 16:02 WIT

Sinergi TNI dan Pemkab Mimika: Membedah Program TMMD ke-128 di Kampung Keakwa

Senin, 20 April 2026 - 21:42 WIT

Berkunjung ke Mimika, Wapres Gibran Belanja Alat Tulis untuk Anak Yatim

Senin, 20 April 2026 - 12:32 WIT

Sore Nanti Wapres Gibran ke Mimika, Ini Agendanya

Berita Terbaru

Foto bersama pembukaan kegiatan evaluasi kinerja pelayanan publik yang digelar oleh Disdukcapil Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel Horison Ultima, Timika, Rabu (22/4/2026). (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Mimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital

Rabu, 22 Apr 2026 - 16:06 WIT