Sejarah Baru di Mimika: Putra Kamoro Pertama Duduki Kursi Pj Sekda

Endy Langobelen

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen pelantikan Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau. (Foto: Istimewa/Febri)

Momen pelantikan Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau. (Foto: Istimewa/Febri)

MIMIKA – Sejarah baru tercatat di Kabupaten Mimika. Untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1996, seorang putra asli Suku Kamoro menduduki jabatan strategis Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah.

Abraham Kateyau dilantik oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Jumat (15/8/2025) di Gedung Pusat Pemerintahan SP3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 821.2-101 Tahun 2025. Bupati Rettob menyebut momen ini memiliki makna khusus, bukan hanya bagi pemerintahan daerah, tetapi juga bagi masyarakat Kamoro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak Kabupaten ini berdiri kurang lebih 29 tahun, baru kali ini Putra Kamoro menjadi Pj Sekda Mimika,” ujar Rettob dengan nada penuh kebanggaan.

Jabatan Sekda merupakan posisi strategis dalam struktur pemerintahan daerah. Sekda berperan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah dan memastikan jalannya kebijakan bupati serta wakil bupati.

Selama hampir tiga dekade, posisi ini tak pernah diisi oleh orang Kamoro—salah satu suku asli pesisir Mimika yang selama ini dikenal sebagai penjaga tradisi maritim dan seni ukirnya.

Baca Juga :  DPMPTSP Kabupaten Mimika Bakal Miliki Gedung Kantor Baru

Pengangkatan Abraham Kateyau dinilai menjadi simbol keterbukaan peluang bagi putra-putri daerah yang memiliki kapasitas dan rekam jejak di birokrasi.

Abraham sendiri bukan sosok baru. Ia telah malang melintang di pemerintahan daerah Mimika, memegang berbagai jabatan yang membekalinya dengan pengalaman administrasi dan manajerial.

Bupati Rettob menaruh harapan besar agar Kateyau mampu membawa perspektif lokal ke dalam pengelolaan birokrasi, memahami kompleksitas sosial-budaya Mimika, dan menjaga integritas pelayanan publik.

Mantan Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, turut memberi dukungan penuh. Dukungan itu disampaikan melalui telepon WhatsApp kepada Galeripapua.com, Jumat sore.

“Saya sangat-sangat mendukung keputusan Bapak Bupati definitif, Pak John Rettob, terhadap hal itu. Ini adalah warna baru Kabupaten Mimika,” ujar Valent yang telah pensiun dini sejak 1 Mei 2025 lalu dari jabatan terkahirnya sebagai Direktur Penataaan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Kemendagri.

Valentinus menekankan bahwa jabatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang membutuhkan kerja ekstra.

Baca Juga :  Satu ABK Hilang di Laut Arafura, SAR Timika Kerahkan Tim Penyelamat

“Pak Abraham tetap harus bekerja dengan ekstra. Lebih ekstra lagi karena ya banyak hal yang harus kita selesaikan,” ujarnya.

Ia juga optimistis bahwa Kateyau mampu menjaga kesinambungan kebijakan dari pendahulunya.

“Saya yakin dari zaman Pak Yumte sudah mengawal itu dengan baik. Kemudian Pak Abraham ya harus melanjutkan itu semua,” katanya.

Pengangkatan ini juga menjadi sinyal penting bagi inklusivitas di birokrasi daerah. Selama ini, salah satu tantangan pemerintahan di wilayah multietnis seperti Mimika adalah menjembatani kebutuhan antara kelompok pendatang dan masyarakat asli.

Dengan latar belakang sebagai putra Kamoro, Kateyau diharapkan mampu meredam gesekan sosial dan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Masyarakat kini menunggu langkah strategisnya: reformasi pelayanan publik, percepatan digitalisasi birokrasi, hingga peningkatan koordinasi antar-dinas. Harapan itu bukan tanpa alasan—posisi Sekda adalah “mesin penggerak” yang menentukan efisiensi roda pemerintahan.

Seperti kata Valentinus, “Fungsi Sekda itu sangat sentral. Dan saya yakin beliau bisa.”

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT