MIMIKA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi di Hotel Serayu, Timika, Papua Tengah, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat peran masjid dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Mimika yang majemuk.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Mimika, Fransiskus Bokeyau, yang hadir mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan tertulis Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, Pemerintah Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi kepada DMI Mimika atas terselenggaranya kegiatan Tarhib Ramadhan sebagai sarana mempersiapkan umat menyambut bulan suci secara spiritual, mental, dan sosial.
“Tarhib Ramadhan merupakan momentum yang sangat penting untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh kesiapan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dengan mempersiapkan hati, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian sosial,” ujar Fransiskus membacakan sambutan bupati.
Bupati Mimika menegaskan, bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan, sehingga peran DMI, para dai, dan pengurus masjid sangat strategis dalam membina umat serta menjaga persatuan dan kerukunan di Kabupaten Mimika yang multikultural.
“Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi,” lanjutnya.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan, para dai dan pengurus masjid diharapkan dapat menyatukan visi dan semangat dalam menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan yang positif, menyejukkan, serta memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Fransiskus, senantiasa mendukung program-program keagamaan yang bertujuan meningkatkan kualitas iman, ketakwaan, serta keharmonisan sosial. Sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.
32 Petugas Fardhu Kifayah Terima Jaminan Ketenagakerjaan
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan dukungan jaminan ketenagakerjaan kepada 32 petugas Fardhu Kifayah, yang akan ditanggung sepenuhnya oleh Hj. Rampeani Rachman, Anggota DPR Kabupaten Mimika.

Dukungan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap peran sosial-keagamaan yang selama ini dijalankan para petugas di tengah masyarakat.
Ketua DMI Mimika Tekankan Etika Dakwah dan Toleransi
Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Mimika, H. Abdul Muthalib Elwahan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga marwah masjid, ketertiban ibadah, serta sensitivitas sosial selama bulan Ramadhan.
Ia mengingatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar menjaga kebersihan masjid dan mengatur penggunaan pengeras suara agar tidak mengganggu umat lain yang hidup berdampingan di sekitar masjid.
“Kita hidup berdampingan dengan saudara-saudara kita yang beragama lain, baik Protestan, Katolik, Hindu, dan lainnya. Mari kita jaga bersama, apalagi di bulan Ramadhan suara hampir setiap malam,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Muthalib juga mengingatkan para mubalig dan khatib agar menyampaikan khutbah secara efektif dan tidak terlalu panjang, khususnya khutbah Jumat, demi menjaga kenyamanan jamaah.
“Saya berharap khutbah Jumat tidak lebih dari 15 menit, kalau pun sampai 20 menit itu sudah cukup. Jamaah punya kondisi dan urusan masing-masing,” tegasnya.
Ia berharap para dai dan mubalig dapat mengikuti tema-tema ceramah yang telah disiapkan oleh IKDMI agar pesan dakwah tetap terarah, menyejukkan, dan memperkuat ukhuwah.
“Jagalah ketenangan Ramadhan, jagalah perasaan umat lain, agar hubungan dengan Allah dan sesama manusia tetap terjaga. Kita semua adalah saudara,” pungkasnya.
Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan penuh keberkahan, kedamaian, serta semangat toleransi di Kabupaten Mimika.










