Ketersediaan Hewan Kurban di Mimika Jelang Idul Adha Berkurang

Ahmad

Rabu, 5 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika memastikan ketersediaan hewan kurban dari luar ke Mimika jelang Idul Adha 2024 berkurang. Namun, stok daging dipastikan cukup.

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani, Rabu (5/6/2024) menyatakan, berkurangnya ketersediaan hewan kurban lantaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah melarang masuknya ternak sapi ke wilayah Papua Tengah.

Salah satu daerah yang dilarang mengirim hewan ternak ke wilayah Papua Tengah sesuai aturan pemerintah provinsi, kata Sabelina, yaitu Merauke, Papua Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini dikarenakan beberapa waktu lalu ada kejadian sapi mati di Merauke dengan jumlah lebih dari 100 ekor dan adanya indikasi penyakit parasit darah dan abstrak.

Dengan demikian, ia memastikan, ketersediaan ternak sapi yang ada saat ini di Kabupaten Mimika merupakan sisa dari hewan kurban tahun lalu. Ditambah sapi-sapi yang berada di wilayah transmigrasi.

Baca Juga :  170 Pengurus Rumah Ibadah Penerima Dana Hibah di Mimika Diminta Siapkan LPJ

Sehingga, jika ditotal jumlah sapi di Mimika hanya sekitar 220-an ekor sapi.

Sedangkan untuk ternak kambing, ia menilai ternak itu masih mencukupi untuk kurban. Karena, ada sekitar 260 ekor kambing yang akan masuk dan diharapkan bisa mencukupi kebutuhan hewan kurban.

Selain itu, keluar masuknya ternak di wilayah Papua Tengah khususnya di Mimika dilarang karena alasan penyakit.

Pihaknya mengantisipasi penyakit Burselosis. Penyakit ini merupakan infeksi menular dari hewan ke manusia, sebagian besar karena produk susu yang tidak dipasteurisasi.

“Penyakit Burselosis itu adalah penyakit kluron ya, kluron itu keguguran pada sapi yang bisa menular ke manusia. Memang bukan bentuknya keguguran pada manusia, ada akibat penyakit yang lain diderita manusia akibat tertukar Burselosis. Itu biasanya demam pada manusia,” jelas Sabelina.

Baca Juga :  Pemprov Papua Pastikan Stok Daging dan Telur Aman selama Ramadhan

“Kita dari pemerintah daerah sendiri sangat berhati-hati dalam penyediaan hewan kurban ya. Kita tidak mau bahwa ini akan menjadi sumber penularan penyakit bagi sapi yang lain maupun manusia,” ujarnya menambahkan.

Sabelina berharap, persediaan hewan kurban di tahun depan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, untuk ketersediaan daging hewan di Kabupaten Mimika menjelang Idul Adha sebanyak 250 ton. Stok ini dipastikan cukup hingga saat hari raya nanti.

“Untuk ketersediaan di hari raya kurban itu sudah cukup. Itu untuk ayam, untuk daging sapi akan masuk lagi kurang lebih 15 ton,” katanya.

Selain stok yang tersisa di atas, Sabelina menyebut masih ada sekitar 300 ton daging ayam yang akan masuk nantinya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana
DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI
Sekolah di Mimika Didorong Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini
Pemkab Mimika Rancang Kota Kapiraya sebagai Pusat Ekonomi Baru di Pesisir
Respons Pemerintah dan Aparat Keamanan Pasca Konflik Bersenjata di Jila Mimika
Dinas Perikanan Mimika Alokasikan Rp500 Juta untuk Budidaya Kepiting Bakau
Upacara Pengibaran Bendera HUT Ke-81 RI di Mimika Berlangsung Khidmat
HUT RI ke-81, Pemkab Mimika Tabur Bunga untuk Mengenang Jasa Pahlawan

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:40 WIT

DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:33 WIT

Sekolah di Mimika Didorong Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:25 WIT

Pemkab Mimika Rancang Kota Kapiraya sebagai Pusat Ekonomi Baru di Pesisir

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:13 WIT

Respons Pemerintah dan Aparat Keamanan Pasca Konflik Bersenjata di Jila Mimika

Berita Terbaru