MIMIKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam tahun ini berencana menyelesaikan persoalan tapal batas di sejumlah wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga.
Terkait persoalan tapal batas, terdapat sejumlah wilayah di Mimika yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga. Seperti halnya di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deiyai.
Konon, wilayah tersebut kini jadi rebutan antara Kabupaten Mimika dengan kabupaten tetangganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan persoalan tapal batas sebelumnya telah dibahas dalam rapat koordinasi.
Dia menyebut saat ini, pemerintah sedang memprogramkan pembangunan di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga itu.
Kendati demikian, Johannes mengakui bahwa yang menjadi persoalan adalah masyarakat yang berada di wilayah-wilayah perbatasan itu jarang mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan justru sebaliknya.
“Persoalan kita adalah sesudah itu kita pemerintah ini tidak menyikapi hal ini karena ternyata mereka ini mendapatkan pelayanan dari atas bukan dari kita karena kita menganggap mereka itu bukan orang kita, ini masalah kita di situ,” paparnya.
Johannes melanjutkan, masalah tapal batas juga menyebabkan banyaknya aktivitas penerbangan ilegal yang dilakukan kabupaten lain di wilayah-wilayah tersebut.
Pemkab Mimika beberapa kali telah menutup aktivitas penerbangan di wilayah-wilayah itu yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten tetangga.
Namun, faktanya bahwa aktivitas penerbangan masih saja terus berlangsung secara diam-diam.
“Pesawatnya kita blacklist itu nanti, tapi sampai saat ini saya beum mengetahui, kalau ada operator penerbangan yang berani masuk ke situ kita akan berikan sanksi nanti,” pungkasnya.









