Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Ikbal Asra

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

Galeripapua, Jayapura – Dinas Kesehatan Kota Jayapura mencatat sedikitnya 503 pasien kusta di Kota Jayapura masih menjalani pengobatan hingga triwulan I 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pasien sejak 2024 hingga 2026 yang masih menjalani terapi karena masa pengobatan berlangsung selama 12 bulan.

Data tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Papua di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan itu melibatkan Dinas Kesehatan Kota Jayapura, tenaga kesehatan puskesmas, serta penanggung jawab program kesehatan di tingkat layanan primer.

Supervisor Kusta dan Frambusia Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dorkas Elly, mengatakan Kota Jayapura terpilih sebagai salah satu pilot project percepatan eliminasi kusta di Indonesia karena tingginya angka penemuan kasus dalam lima tahun terakhir. “Selama lima tahun berturut-turut Kota Jayapura termasuk daerah dengan penemuan kasus kusta paling banyak,” kata Dorkas.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan Kota Jayapura menemukan 161 kasus baru kusta. Sedangkan sepanjang 2025, jumlah kasus baru mencapai 430 kasus.

Dorkas mengklaim, penemuan kasus dilakukan melalui program Active Case Finding (ACF) atau pencarian kasus aktif yang digelar pada Februari 2026. Dari target pemeriksaan 23 ribu orang yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, capaian pemeriksaan di Kota Jayapura mencapai 25 ribu orang.

Dalam kegiatan ACF tersebut, Dinas Kesehatan menemukan 270 kasus baru kusta dan seluruhnya telah mendapatkan intervensi pengobatan. Namun sebagian pasien tidak lagi terpantau karena berdomisili di luar Kota Jayapura. “Dari 270 kasus baru yang ditemukan selama kegiatan ACF, semuanya sudah diintervensi,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Mimika: Permintaan Maaf Tak Cukup

Dorkas mengatakan tingkat kesembuhan pasien kusta di Kota Jayapura rata-rata berada di atas 80 persen setiap tahun. Meski demikian, tantangan utama penanganan kusta masih berkaitan dengan stigma sosial dan rendahnya keterbukaan pasien kepada keluarga.

Koordinator Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa, Tumijan, mengatakan FGD eliminasi kusta digelar untuk merumuskan solusi terkait masih adanya kantong penularan kusta, tingginya stigma sosial, serta tantangan akses pengobatan di wilayah timur Indonesia.

Menurut Tumijan, Kota Jayapura menjadi salah satu dari lima kota yang mendapat proyek percepatan penanganan kasus kusta. Dalam program tersebut, LKC Dompet Dhuafa melakukan intervensi berupa pemberian nutrisi atau Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi pasien kusta serta paket higiene sanitasi.

Program intervensi tersebut akan dilaksanakan di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Hamadi, Puskesmas Jayapura Utara, dan Puskesmas Abepura.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana
DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Rabu, 2 September 2026 - 15:46 WIT

Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT