Penyelundupan Ganja Lewat Kargo Gagal, Kopasgat Perketat Bandara Sentani

Endy Langobelen

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para petugas dan aparat keamanan dari Kopasgat TNI AU berhasil menggagalkan penyelundupan ganja di Jayapura. (Foto: Istimewa/Kopasgat TNI AU)

Para petugas dan aparat keamanan dari Kopasgat TNI AU berhasil menggagalkan penyelundupan ganja di Jayapura. (Foto: Istimewa/Kopasgat TNI AU)

JAYAPURA — Upaya penyelundupan narkotika jenis ganja kembali digagalkan di Bandara Sentani, Jayapura, Papua.

Kali ini, petugas gabungan dari Regulated Agent PT Pajajaran Global Service dan prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU berhasil mengamankan paket mencurigakan berisi ganja seberat 43 gram yang dikirim lewat jasa ekspedisi APL Cargo, Selasa (24/6/2025).

Paket tersebut terdeteksi saat pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-ray di fasilitas kargo bandara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas keamanan penerbangan (Avsec) yang didampingi personel Kopasgat kemudian melakukan pemeriksaan manual dan menemukan satu bungkus ganja siap edar.

Barang haram itu dikirim oleh seseorang berinisial “L” dan rencananya akan dikirim ke Kabupaten Yahukimo, wilayah pegunungan yang kerap dijadikan tujuan distribusi narkotika.

Baca Juga :  Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan

“Kami berkomitmen memperketat pengawasan terhadap seluruh jalur pengiriman udara di wilayah Papua,” ujar Komandan Satuan Tugas Kopasgat Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Kewilayahan Papua, Letkol Pas Zaharuddin, dalam keterangannya.

“Peredaran narkotika adalah ancaman serius bagi generasi muda, dan kami tidak akan memberi ruang bagi upaya semacam ini.”

Kopasgat mencatat bahwa temuan kali ini merupakan kasus ketujuh sepanjang dua bulan terakhir.

Sejak Mei 2025, total tujuh paket berisi ganja telah berhasil diamankan dari jalur distribusi udara di wilayah Papua, mengindikasikan bahwa para pelaku terus mencari celah dalam sistem logistik udara.

Menurut Zaharuddin, pengawasan akan terus diperkuat dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pihak bandara, pengelola kargo, hingga aparat penegak hukum setempat.

Baca Juga :  Anggota Brimob Diduga Tembak Mati Warga Sipil di Yahukimo

“Kami tidak ingin Papua dijadikan lalu lintas narkotika,” kata dia.

Paket ganja yang diamankan langsung diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap pengirim dan jaringan pengedarnya.

Kopasgat juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta mengawasi lingkungannya, terutama terhadap aktivitas mencurigakan di sektor logistik dan pengiriman barang.

Papua, dengan kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, kerap menjadi titik rawan dalam distribusi barang ilegal.

Jalur udara yang lebih praktis dan cepat kini dimanfaatkan oleh jaringan narkotika sebagai celah baru. Namun, aparat keamanan tak tinggal diam. Seperti kata Zaharuddin, “Kami tidak akan lengah.”

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi
1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:40 WIT

Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi

Senin, 14 September 2026 - 15:25 WIT

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Berita Terbaru