Skater Muda Papua Tengah Raih Dua Perak di Fornas NTB, Minta Pemerintah Bangun Skate Park

Endy Langobelen

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Ignora Komisi Indonesia Skateboard Mimika (tengah), Jamez Alfero Tambunan, bersama Al-baits dan Abdi Manaf. (Foto: Istimewa/KIS Mimika)

Ketua Ignora Komisi Indonesia Skateboard Mimika (tengah), Jamez Alfero Tambunan, bersama Al-baits dan Abdi Manaf. (Foto: Istimewa/KIS Mimika)

MIMIKA – Di tengah keterbatasan fasilitas dan belum adanya skate park resmi di Timika, dua atlet muda dari Papua Tengah berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat. Mereka membawa pulang dua medali perak dari kategori Best Trick.

Al-baits dan Abdi Manaf, dua skateboarder yang tergabung dalam Komisi Indonesia Skateboard (KIS) Mimika, sukses mengharumkan nama Papua Tengah di tengah persaingan ketat dari 16 provinsi.

“Puji Tuhan yang kita dapat adalah dua kelas, di mana dua kelas ini diperebutkan oleh 16 provinsi,” kata Jamez Alfero Tambunan, Ketua Ignora Komisi Indonesia Skateboard Mimika, saat diwawancarai via telepon, Kamis (31/7/2025) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Al-baits menyabet medali perak di kelas Best Trick Park U-15, sementara Abdi Manaf meraih perak di kategori Best Trick Downledge. Keduanya merupakan anak-anak kelahiran Timika.

Jamez menjelaskan, dari total 15 kelas yang dipertandingkan di Fornas, tim Papua Tengah hanya mengikuti enam kelas, yaitu Run Open Street, Run Open Park/Ramp, Beginner Street Run, Game of Skate, Best Trick Downledge, Best Trick Park U-15, dan Best Trick Banks.

Sebanyak 13 orang diberangkatkan untuk mewakili Papua Tengah, terdiri atas sembilan atlet dan empat ofisial.

Kesembilan atlet tersebut adalah Al-baits, Abdi Manaf, Ryand Eka, Mahmiluddin, Solinus Magai, Tarmizi Latuapo, Mitra Yarangga, Bagas Putra Hasri, dan Juhadi.

Sementara empat ofisial yang mendampingi adalah Jamez A. Tambunan (pelatih sekaligus manajer tim), Rahmita Rumbou (official leader), Ishak Mandobar, dan Ahmad Jafar.

Foto bersama ofisial dan para atlet skateboard yang mewakili Papua Tengah di ajang Fornas NTB. (Foto: Istimewa/KIS Mimika)

Meski tidak seluruh atlet berdomisili di Timika saat ini, semangat dan kecintaan terhadap tanah kelahiran tetap mewarnai gaya bermain mereka.

Baca Juga :  Kemenangan Atas Persemi Bawa PFA ke Kompetisi Nasional

“Persiapan kami memang mempersiapkan segalanya dengan baik di Timika, dan beberapa rekan yang lahir besar di Timika kebetulan merantau di Bali,” ujarnya.

Sebagian besar latihan dilakukan di lokasi seadanya, seperti kawasan Pasar Sentral Timika, karena belum adanya skate park resmi. Sementara empat atlet yang berdomisili di Bali berlatih di skate park Kuta dan sejumlah tempat representatif lainnya.

“Saya memang ada harapan bagi teman-teman yang di Bali, di mana mereka latihan setiap harinya di skate park. Sedangkan di Timika, hanya ada spot-spot yang menyerupai obstacle skate park,” kata Jamez.

Strategi itu terbukti berhasil. Atlet-atlet yang kini berdomisili di Bali namun berasal dari Timika menjadi kekuatan utama Papua Tengah. Mereka menopang kekuatan tim dalam menghadapi kompetisi yang digelar di fasilitas berstandar nasional.

Keterbatasan Fasilitas

Jamez tidak menampik, kekalahan di beberapa kelas lain disebabkan minimnya pengalaman bermain di medan seperti bowl dan skate ramp. Ia berharap pemerintah dan sektor swasta lebih terbuka terhadap potensi olahraga ini.

Ketua Ignora Komisi Indonesia Skateboard Mimika (tengah), Jamez Alfero Tambunan, bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Denias Geley. (Foto: Istimewa/KIS Mimika)

“Dengan prestasi dan rekam jejak yang ada, sekiranya pemerintah dan perusahaan swasta bisa datang ke kami untuk mendiskusikan apa yang perlu dilakukan buat komunitas ini. Ya pastinya di antaranya adalah skate park, kemudian pembibitan, dan program pelatihan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Laga Panas Papua Barat Daya VS Papua Pegunungan, Skor Imbang 1-1

Ia juga menyinggung rencana masuknya skateboard sebagai cabang resmi di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2029, setelah sebelumnya hanya menjadi cabang ekshibisi pada PON Aceh 2024.

“Pemerintah Papua Tengah dapat melihat teman-teman yang bertanding di Lombok ini sebagai portofolio atau ajang pacu untuk dimasukkan ke dalam tim pelatihan daerah,” tuturnya.

Suara dari Arena

Abdi Manaf, peraih perak Best Trick Downledge, menyebut keberhasilannya tak lepas dari latihan rutin di skate park Kuta, Bali.

Trick-trick yang patent aja yang biasa dilakuin. Jadi itu dah yang dilandingin,” katanya.

Abdi Manaf (kiri) berdiri di podium untuk menerima penghargaan. (Foto: Istimewa/KIS Mimika)

Ia mengaku sangat bersyukur bisa mewakili provinsi. “Bangga juga pasti. Membanggakan orang tua,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Al-baits, yang masih berusia 14 tahun, tidak menyangka dirinya bisa lolos ke ajang nasional dan bahkan meraih medali.

“Awalnya sih main-main aja di Pasar Baru (Pasar Sentral Timika). Terus kaget begini, dipilih oleh Ketua KIS, abang James Tambunan,” katanya polos.

Selama tiga bulan, ia berlatih tanpa henti, bahkan sampai dimarahi ibunya karena terlalu sering berada di arena latihan.

Kini, setelah menggenggam perak, Al-baits hanya ingin terus bermain skateboard. “Selalu main, kakak. Main terus. Kalau di-support fasilitas, kita pasti bisa lebih giat main, bisa jago,” katanya penuh semangat.

Butuh Dukungan Nyata

KIS Mimika berharap medali yang dibawa pulang dari NTB menjadi pemicu perhatian dari pemerintah daerah.

“Kalau pemerintah memfasilitasi, tentu pasti prestasi lebih banyak lagi,” kata Jamez.

Foto bersama pemerintah terkait, ofisial, dan para atlet skateboard yang mewakili Papua Tengah di ajang Fornas NTB. (Foto: Istimewa/KIS Mimika)

Motivasi serupa juga ia sampaikan kepada para pemain muda lainnya di Timika yang belum seberuntung Al-baits dan Abdi.

“Bermimpilah tinggi dan berjuanglah lebih giat, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,” tuturnya.

Di tengah ketiadaan skate park dan minimnya pembinaan, dua medali perak ini menjadi penanda bahwa bakat anak-anak Papua Tengah tidak bisa diremehkan. Mereka hanya butuh tempat yang lebih layak untuk bertumbuh.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Laga Persemi vs Persido Ditunda Akibat Hujan Deras, Dilanjutkan dari Menit ke-28
Persipuncak Tahan Persipani 0-0, Pelatih Soroti Penyelesaian Akhir
Jamu Persipuja, Persemi Pesta Gol Lagi: Kunci Tiket Semifinal Liga 4 Papua Tengah
Minim Persiapan, Persintan Alami Kekalahan Beruntun di Liga 4 Papua Tengah
Tampil Perkasa, Persido Bantai Persintan 6-0 di Liga 4 Papua Tengah
Stamina Kedodoran, Persidei Deiyai Takluk 0-3 dari Persipani Paniai
Disiplin Jadi Kunci, Persipani Paniai Puncaki Grup B Usai Hajar Persidei 3-0
Liga 4 Papua Tengah: Persipani Tampil Dominan, Hajar Persidei 3-0

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:11 WIT

Persipuncak Tahan Persipani 0-0, Pelatih Soroti Penyelesaian Akhir

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:49 WIT

Jamu Persipuja, Persemi Pesta Gol Lagi: Kunci Tiket Semifinal Liga 4 Papua Tengah

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:30 WIT

Minim Persiapan, Persintan Alami Kekalahan Beruntun di Liga 4 Papua Tengah

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:15 WIT

Tampil Perkasa, Persido Bantai Persintan 6-0 di Liga 4 Papua Tengah

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:44 WIT

Stamina Kedodoran, Persidei Deiyai Takluk 0-3 dari Persipani Paniai

Berita Terbaru

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/