MIMIKA – Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Santa Maria Timika berhasil mengukir prestasi gemilang dalam Lomba Cerdas Cermat bertajuk Sekolah Sadar Hukum yang dilaksanakan oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Mimika, di Graha Eme Neme Yauware, 27 – 28 Agustus 2025.
Sejak hari pertama lomba dimulai, persaingan dari masing-masing sekolah sangat ketat, hingga pada akhirnya lima sekolah terbaik yang melaju ke babak final.
Kelima sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 7 Mimika, SMA Negeri 6 Mimika, SMA Katolik Santa Maria Timika, dan SMA Hidayatullah Timika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai sesi pada final lomba ini berlangsung sengit hingga pada babak terakhir dengan menyisakan 10 soal yang harus dijawab oleh masing-masing tim dari kelima sekolah tersebut, yaitu babak perebutan skor.
Dalam sesi ini, SMA Katolik Santa Maria Timika berhasil menyapu bersih lima soal dari sepuluh soal yang tersisa. Hasil ini membawa SMA Katolik Santa Maria meraih skor 1.700.
Kemudian, di urutan kedua ada SMA Negeri 7 Mimika yang berhasil meraih skor 1.400, SMA Negeri 1 Mimika meraih skor 1.350, SMA Negeri 6 Mimika skor 1.150 meraih skor dan SMA Hidayatullah Timika meraih skor 900.
Kemenangan dengan skor mutla ini membawa SMA Katolik Santa Maria keluar sebagai juara I Lomba Cerdas Cermat Sekolah Dasar Hukum tahun 2025.
Adapun keempat pelajar yang mewakili SMA Santa Maria Timika masing-masing bernama Indira Christy, Aditya Rafael, Checilia Elvira Janta, Sesilia Cristabella Limbungbuak, dan Yohanes Mario Agustin Dudai.
Atas hasil ini, Kepala Sekolah SMA Katolik Santa Maria Timika, Hotcita Lumbantoruan, S.Pd mengatakan bahwa lomba ini menjadi lomba yang keempat kalinya diikuti oleh SMA Katolik Santa Maria sejak tahun 2022.
Selama empat kali perlombaan, SMA Katolik Santa Maria telah dua kali mengukir prestasi. Di tahun 2024 mereka berhasil keluar sebagai juara II dan pada tahun ini prestasi gemilang justru terulang.
Katanya, hasil ini tentu dibarengi dengan usaha serta kerja keras yang sebelumnya telah dilalui oleh para peserta didik.
Ia selaku kepala sekolah sekaligus guru pendamping telah mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti ajang ini dengan melakukan pembinaan serta evaluasi rutin setiap harinya.
Pihaknya bahkan melakukan seleksi sebanyak dua kali untuk mendapatkan tim inti yang kemudian mengikuti lomba sekolah sadar hukum.
“Mungkin capaian yang kami peroleh hari ini karena kami selalu melakukan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan anak untuk maju di lomba pada hari ini,” kata Hotcita.
“Kami tahu dari 25 sekolah yang ikut dengan jangka waktu materi yang diberikan kepada kami selama satu bulan pasti sekolah-sekolah lain juga memiliki persiapan yang sama, yang matang,” lanjutnya.
Meski demikian, Hotcita menyebut mereka memiliki trik tersendiri untuk menyapu bersih semua tahapan yang ada dalam perlombaan.
Lanjutnya, ada strategi pamungkas turut diberikan kepada anak didiknya untuk menaklukkan panggung perlombaan.
Salah satu kunci yang berhasil diterapkan oleh anak didiknya dalam perlombaan adalah dengan kesiapan mental. Sebab, Hotcita mengakui jika kelemahan generasi muda zaman sekarang diakuinya ada pada mental.
“Jadi secara materi memang dihafal tapi mental mereka biasa terganggu pada saat lomba. Itu yang paling utama kami mantapkan kepada anak-anak selain menyiapkan materi, menghafal, mental mereka kami siapkan terlebih dahulu di sekolah,” paparnya.
Lalu, anak didiknya yang bertarung dalam ajang ini juga motivasi dimana mereka tak boleh puas dengan materi yang telah dikuasai. Dengan demikian, setiap sesi dapat dieksekusi dengan baik disertai dengan semangat serta fokus dalam mempersembahkan yang terbaik.
Hotcita pun menyampaikan terima kasih serta memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada anak didik SMA Katolik Santa Maria Timika yang telah bekerja keras selama perlombaan.
Atas prestasi ini, SMA Katolik Santa Maria Timika membawa pulang piala bergilir serta uang pembinaan sebesar Rp20 juta.
Sementara itu, usai perlombaan, kegiatan lomba cerdas cermat bertajuk “Sekolah Sadar Hukum” tahun 2025 pun resmi ditutup oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yakobus Kareth mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob yang berhalangan hadir.










