MIMIKA – Timika Inside Festival of Art (TIFA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Festival seni dan budaya kebanggaan Kabupaten Mimika ini resmi menerima piagam penetapan sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (KBKI) 2025 untuk kategori Kekayaan Intelektual Komunal dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Penyerahan piagam berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, dalam rangkaian Festival Sagu yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Jumat (24/4/2026) malam.
Piagam tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani, menjelaskan bahwa Festival TIFA menjadi salah satu dari hanya tiga festival di Tanah Papua yang menerima penetapan tersebut.
“Kita diundang secara resmi sekalian kita menerima piagam penetapan dari Menteri Hukum Republik Indonesia yang melegitimasi Timika Inside Festival of Art (TIFA) sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual 2025 untuk kategori Kekayaan Intelektual Komunal,” ujar Dina kepada Galeripapua.com via telpon.
Ia menyebut, selain TIFA dari Provinsi Papua Tengah, dua festival lain yang juga menerima piagam serupa adalah Festival Baku Timba dari Provinsi Papua dan Festival Asmat Pokman dari Papua Selatan.
“Jadi festival-festival yang ada di Papua yang dapat piagam penetapan itu hanya tiga festival,” katanya.
Menurut Dina, penghargaan ini menjadi bukti bahwa konsistensi Tifa Creative selama enam tahun terakhir dalam membangun ruang seni, budaya, dan kreativitas masyarakat akhirnya mendapat perhatian di tingkat nasional.
“Perasaannya puji Tuhan sangat luar biasa, bangga juga dengan tim Tifa Creative. Semua tidak bisa berjalan dengan sempurna tanpa adanya Tuhan dan juga tim Tifa Creative punya semangat untuk festival TIFA ini yang sudah enam tahun berjalan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk komunitas masyarakat dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua yang dinilai berperan besar membawa nama TIFA hingga mendapat perhatian dari Menteri Hukum.
“Semangat dari tim juga dan semangat dari teman-teman komunitas masyarakat juga yang selalu hadir dan berapi-api yang membuat kita bisa dilirik oleh Menteri Hukum,” lanjutnya.
Sementara itu, Art Director Tifa Creative, Alfo Smith, menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi pijakan baru bagi TIFA untuk berkembang lebih luas dan membuka kolaborasi lintas daerah.
Menurutnya, TIFA ke depan tidak hanya menjadi festival seni semata, tetapi juga ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, pelaku budaya, hingga industri event di Papua Tengah.
“Untuk TIFA ke depannya nanti akan membuka sayap selebar-lebarannya untuk berkolaborasi dengan semua lintas daerah,” kata Alfo.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat lokal.
“Dengan adanya kolaborasi lintas daerah tentunya akan membuka lapangan kerja untuk banyak-banyak pelaku UMKM, pelaku-pelaku budaya, pelaku-pelaku event untuk bisa terlibat dalam semua rangkaian acara yang akan diselenggarakan oleh TIFA,” ujarnya.
Alfo optimistis, TIFA dapat menjadi pusat perputaran event kebudayaan nasional yang lahir dari Timika, sekaligus membawa Papua Tengah semakin dikenal melalui karya seni dan budaya.
“TIFA ini akan menjadi navigasi atau roda perputaran event kebudayaan di Indonesia yang berasal dari Timika Papua Tengah,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk terus terlibat aktif dan menjadikan TIFA sebagai panggung bersama untuk menampilkan karya terbaik dari Papua ke tingkat nasional.
“Khususnya di Kabupaten Mimika supaya mereka bisa terlibat dan menghadirkan karya-karya mereka secara terbuka di depan Nusantara di Timika,” tutupnya.






















