MIMIKA — Puluhan penggiat skateboard turut memadati area Car Free Day (CFD) di Jalan Cenderawasih, Timika, untuk menyemarakkan parade 23 Induk Olahraga (Inorga) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Parade ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di sepanjang rute Pertigaan Diana Mall hingga Gereja Katedral Tiga Raja, Sabtu (2/5/2026).
Para penggiat yang tergabung dalam Inorga Komisi Indonesia Skateboarding (KIS) Kabupaten Mimika tampak semangat dan energik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan papan seluncur mereka, para skater ini bermanuver membelah jalanan, menciptakan suasana riuh dan atraktif di tengah barisan parade Inorga lainnya.
Bendahara Inorga KIS Mimika, Rahmita Rumbou, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka merupakan tindak lanjut dari koordinasi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika.
“Kami hadir untuk memperkenalkan KIS secara langsung kepada Dispora. Mengingat fokus Dispora adalah pembinaan usia sekolah, maka mayoritas yang kami turunkan hari ini adalah pelajar, didampingi para senior sebagai mentor,” ujar Rahmita.
Hingga saat ini, KIS Kabupaten Mimika telah membina lebih dari 45 penggiat. Di sela-sela parade, para bibit muda ini memanfaatkan aspal jalanan untuk mengasah teknik, mulai dari trik flatbox, flat rail, hingga berbagai variasi flat tricks.
Ketua Divisi Pelatihan Inorga KIS Papua Tengah, Mitra Yarangga, menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi ajang pemanasan menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027 di Palu.
“Fokus kami adalah regenerasi. Sebagai bagian dari divisi pelatihan, target saya adalah memaksimalkan potensi adik-adik ini agar memiliki skill yang mumpuni dan siap bersaing di level nasional,” tegas Mitra.
Meski memiliki antusiasme tinggi, tantangan besar masih membayangi. Minimnya fasilitas membuat para skater terpaksa berlatih setiap hari di area parkiran Pasar Sentral Timika.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Mimika segera membangun skatepark yang representatif.
“(Harapan kami) satu saja, (bangun) skatepark. Lawan-lawan kami di FORNAS didukung dengan fasilitas latihan yang luar biasa. Jika ada tempat yang layak, kami yakin prestasi Mimika di kancah nasional bahkan internasional akan semakin gemilang,” harapnya.
Merespon hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika pun menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga skateboarding di wilayahnya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menilai cabang olahraga ini memiliki potensi besar sebagai bagian dari sport tourism atau wisata olahraga di Mimika.
Johannes yang juga sebagai Ketua KORMI Papua Tengah menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengakomodasi kebutuhan para penggiat skateboard guna mendorong sektor pariwisata berbasis olahraga.
Terkait permintaan para atlet mengenai penyediaan fasilitas khusus berupa taman bermain skateboard (skatepark), Bupati memberikan sinyal positif.
“Pemerintah Kabupaten Mimika harus memperhatikan ini dengan baik. Tetap semangat, tetap tenang, kita akan lihat ini,” ujar Johannes Rettob.
Ia juga mengonfirmasi bahwa rencana pembangunan fasilitas pendukung seperti skatepark telah menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk merealisasikan visi Mimika sebagai destinasi sport tourism di masa depan.
Lebih lanjut Mitra Yarangga juga mengajak generasi muda Mimika yang tertarik dengan dunia skateboard untuk bergabung tanpa syarat.
“Langsung bergabung saja. Tidak perlu administrasi rumit, yang penting ada niat dan kemauan. Kalau belum punya papan sendiri, bisa pakai milik komunitas dulu. Pintu kami terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin belajar,” pungkasnya.






















