Ricuh di Leo Mamiri Timika, Gas Air Mata Bubarkan Massa Penjual Emas

Endy Langobelen

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian berupaya membubarkan massa yang terus melemparkan batu ke aparat di Jalan Leo Mamiri, Mimika, Papua Tengah, Senin (23/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Aparat kepolisian berupaya membubarkan massa yang terus melemparkan batu ke aparat di Jalan Leo Mamiri, Mimika, Papua Tengah, Senin (23/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Keributan pecah di Jalan Leo Mamiri, tepat di depan Den POM Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (23/2/2026) malam.

Aksi yang melibatkan para pendulang sekaligus penjual emas itu berujung bentrok dengan aparat kepolisian.

Pantauan Galeripapua.com di lokasi, sekitar pukul 21.00 WIT, aparat kepolisian tampak berusaha memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asap putih membumbung di sepanjang ruas jalan, sementara warga sekitar memilih menjauh untuk menghindari dampak kericuhan.

Tak tinggal diam, massa pun melakukan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah aparat sembari memegang tameng.

Situasi semakin memanas ketika lemparan batu dan teriakan massa bersahut-sahutan di tengah kepungan aparat yang berupaya mengendalikan keadaan.

Baca Juga :  Dua Orang Tewas Dalam Laka Maut di Jembatan TPU SP2 Mimika

Informasi yang dihimpun, aksi keributan ini dilakukan oleh para pendulang sekaligus penjual emas yang sebelumnya telah melakukan aksi pemalangan di sekitar toko emas di dekat kawasan Gorong-gorong.

Aksi tersebut dipicu persoalan jual beli emas yang diduga menimbulkan ketegangan antara para pendulang dan pihak tertentu.

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, situasi mulai tidak terkendali saat hari mulai gelap.

“Pas sesudah Magrib itu, mau buka puasa,dong mulai serang toko-toko emas. Mereka juga bakar ban,” ujar seorang warga kepada Galeripapua.com.

Pembakaran ban di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu. Sejumlah pemilik toko emas dilaporkan menutup tempat usahanya lebih awal untuk menghindari amukan massa.

Buntut dari situ, aparat meminta massa untuk membubarkan diri. Namun, imbauan tersebut tak diindahkan hingga aparat mengeluarkan tembakan gas air mata untuk memukul mundur massa. Aksi pun berlanjut dengan penyerangan terhadap aparat.

Baca Juga :  Bandara Mozes Kilangin Dipastikan Tetap Beroperasi Normal Pasca Insiden Gagal Landing

Sekira pukul 22.10 WIT, massa tampak mulai mundur dan melarikan diri ke dalam lorong Kompleks Biak. Aparat kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik guna memastikan situasi kembali kondusif.

Hingga kini, aparat telah mengamankan sejumlah orang yang terlibat aksi penyerangan. Aparat juga masih siaga berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi aksi lanjutan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah pasti korban maupun total massa yang diamankan. Situasi di sekitar Jalan Leo Mamiri berangsur kondusif menjelang tengah malam, meski aparat tetap bersiaga penuh.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kremasi Jenazah di Kwamki Narama Diwarnai Ketegangan, Aparat Sempat Diserang
Dogiyai Memanas: Aparat dan Warga Sipil Tewas, Koalisi HAM Desak Hentikan Operasi
Pria Ditemukan Tewas di Trans Timika–Nabire, Diduga Kecelakaan Tunggal
Lagi, Pendulang di Mimika Blokir Jalan Akibat Toko Emas Tutup
Dramatis di Muara Bokap, 8 Penumpang Kapal Karam Diselamatkan Tim SAR
Ngebut Subuh Hari, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pagar di Mimika
Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika
Pemuda Terpeleset Saat Memancing, Ditemukan Meninggal di Perairan Poumako

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 21:15 WIT

Kremasi Jenazah di Kwamki Narama Diwarnai Ketegangan, Aparat Sempat Diserang

Rabu, 1 April 2026 - 13:11 WIT

Dogiyai Memanas: Aparat dan Warga Sipil Tewas, Koalisi HAM Desak Hentikan Operasi

Rabu, 1 April 2026 - 03:07 WIT

Pria Ditemukan Tewas di Trans Timika–Nabire, Diduga Kecelakaan Tunggal

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:04 WIT

Lagi, Pendulang di Mimika Blokir Jalan Akibat Toko Emas Tutup

Senin, 23 Maret 2026 - 15:30 WIT

Dramatis di Muara Bokap, 8 Penumpang Kapal Karam Diselamatkan Tim SAR

Berita Terbaru

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, memberikan penghormatan terakhir kepada korban insiden tambang bawah tanah melalui peletakan karangan bunga di site DMLZ, Mimika, Selasa (7/4/2026). Tragedi September 2025 menjadi titik balik perusahaan dalam memperketat protokol keselamatan kerja. (Foto: Dokumen PTFI)

Freeport

Refleksi 59 Tahun Freeport Indonesia Menuju Pemulihan

Kamis, 9 Apr 2026 - 01:09 WIT