Kapolda Papua Tengah Perintahkan Alat Berat Ilegal Angkat Kaki dari Kapiraya

Ahmad

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini, saat ditemui awak media di Mapolres Mimika, Kamis (26/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini, saat ditemui awak media di Mapolres Mimika, Kamis (26/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jeremias Rontini, dijadwalkan turun langsung ke Kapiraya, Jumat (27/2/2026) pagi, untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali sekaligus memediasi konflik sosial yang melibatkan Suku Mee dan Suku Kamoro.

Kunjungan ini menjadi langkah tegas kepolisian dalam merespons memanasnya ketegangan di wilayah tersebut, yang dipicu aktivitas alat berat diduga ilegal.

Sebelum bertolak ke lokasi, Kapolda menegaskan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menarik seluruh alat berat dari area Kapiraya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan alat berat itu disebut sebagai pemicu utama konflik horizontal di tengah masyarakat adat.

Baca Juga :  Pilkada Puncak Jaya Ricuh: 94 Korban Luka Panah, 40 Rumah Dibakar

“Sebelum alat (berat-red) itu masuk, masyarakat di sana hidup berdampingan dan melakukan aktivitas pendulangan. Kehadiran alat berat inilah yang memicu konflik menurut kedua pihak,” ujar Kapolda saat ditemui di Mako Polres Mimika, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, langkah penarikan alat berat merupakan upaya awal untuk meredam ketegangan dan membuka ruang dialog antara kedua kelompok masyarakat yang berselisih.

Kapolda juga mengungkap adanya dugaan kuat aktivitas perusahaan yang beroperasi tanpa izin di kawasan tersebut. Karena itu, penghentian operasional menjadi keputusan yang tidak bisa ditawar.

“(Aktivitas itu-red) ilegal makanya saya perintahkan keluar. Tidak ada izin, keluar. Kita harus lakukan langkah awal biar masyarakat tenang,” tegasnya.

Baca Juga :  Seorang Guru Tewas Ditembak di Ilaga Puncak Papua Tengah

Instruksi penghentian sementara seluruh aktivitas alat berat akan berlaku hingga ada kejelasan status hukum serta kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang bertikai.

Setelah situasi dinilai kondusif, aparat keamanan bersama pemerintah daerah akan memfasilitasi pertemuan antara tokoh masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro guna mencari solusi permanen atas persoalan tersebut.

Di akhir keterangannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas keamanan demi mendukung proses pembangunan di Provinsi Papua Tengah.

“Mari kita jaga Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah ini tetap kondusif,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Berita Terbaru