Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan

Endy Langobelen

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban meninggal dunia dalam peristiwa penindakan di Mile 69, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Korban meninggal dunia dalam peristiwa penindakan di Mile 69, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Operasi penindakan oleh aparat keamanan terhadap kelompok yang diduga TPNPB-OPM pimpinan Jeki Murib di Mile 69, area tambang PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (2/3/2026) sore, menyisakan polemik.

Dalam operasi yang berlangsung sekitar pukul 18.00 WIT tersebut, tujuh orang diamankan dan dievakuasi ke Koramil 1710-04/Tembagapura. Satu orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Pihak keluarga korban yang meninggal membantah keras tudingan bahwa yang bersangkutan merupakan bagian dari kelompok bersenjata. Menurut keluarga, korban bernama Eanus Mom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di antara sejumlah orang yang ditindak itu salah satu saya punya kakak laki-laki, kami punya keluarga. Dia itu memang murni masyarakat sipil, warga sipil atas nama Eanus Mom. Dia ditembak kemarin di Pos 4 Utikini,” ujar Hellois M. Kemong, keluarga korban kepada Galeripapua.com, Selasa (3/3/2026).

Keluarga menegaskan, korban bukan anggota TPNPB-OPM seperti yang disebutkan dalam informasi yang beredar. Mereka meminta agar jenazah segera dipulangkan ke keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Baca Juga :  Perusahaan dan Pemerintah Tak Lakukan Restorasi Lahan Gambut di Papua Barat

“Kami dari pihak keluarga itu meminta bahwa Pak Dandim 1710 segera membawa leluarga kami yang korban itu bawa ke Kwamki Narama Jalur 4 dan dia itu bukan TPN-OPM, dia itu murni masyarakat sipil.” tegasnya.

“Kami keluarga mau berduka dengan damai, mau kubur jenazah korban dengan tenang,” imbuhnya.

Selain meminta percepatan pemulangan jenazah, keluarga juga berharap adanya dukungan fasilitas transportasi bagi istri dan anak korban yang masih berada di kampung agar dapat mengikuti prosesi pemakaman di Timika.

“Saya minta kepada Dandim 1710, terus yang bagian urus bus ini PT Freeport, dan Kapolsek Tembagapura untuk memfasilitasi bus duka agar anak istri korban yang ada di atas bisa turun untuk mengikuti duka,” pintanya.

Menunggu Konfirmasi Resmi

Hellois mengungkapkan, hingga kini keluarga masih menunggu konfirmasi resmi terkait keberadaan dan jadwal pemulangan jenazah. Informasi yang diterima menyebutkan jenazah masih berada di Kodim 1710/Mimika.

Baca Juga :  Ketua Inorga Persejasi Tuntut Penjelasan Pembekuan SK oleh Ketua KORMI Mimika

“Dari pagi kami tunggu, belum ada informasi dan Konfirmasi dari Dandim kepada pihak keluarga. Untuk saat ini, jenazah saya ada dengar info masih ada di 32, di Kodim. Sehingga kami pihak keluarga masih menunggu ini,” tuturnya.

Ia juga membantah pernyataan yang menyebut korban sebagai bagian dari TPN-OPM.

“Saya juga mau bantah sedikit jika TNI bilang korban itu TPN-OPM, itu saya bantah. Itu masyarakat sipil di antara salah satu itu. Tidak boleh menjebak mereka dengan mengisi barang-barang yang berkaitan dengan TPN-OPM, itu tidak boleh. Itu murni masyarakat sipil,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan langkah hukum, termasuk pelaporan ke Komnas HAM, pihak keluarga menyatakan masih memprioritaskan proses pemakaman.

“Untuk saat ini kami keluarga fokus penguburan dulu. Nanti setelah itu baru kami pikirkan teknisnya dan dilakukan tindak lanjut,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Berita Terbaru