Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Ahmad

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses olah TKP insiden penembakan di area tambang terbuka Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Satgas Humas ODC)

Proses olah TKP insiden penembakan di area tambang terbuka Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Satgas Humas ODC)

MIMIKA – Aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Mimika dan unsur pengamanan wilayah Tembagapura melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden penembakan yang menewaskan seorang karyawan PT Freeport Indonesia di area tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.

Olah TKP dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan yang terjadi pada Rabu (11/3/2026).

Korban diketahui bernama Simson Mulia (48), karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian bawah telinga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan medis, luka tembak masuk dari bawah telinga kanan dan keluar di bagian bawah telinga kiri.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa peristiwa penembakan terjadi saat korban bersama rekannya menyelesaikan pekerjaan survei di lokasi tersebut.

Saat itu korban berada di bagian belakang kendaraan pikap untuk merapikan perlengkapan dan peralatan kerja.

“Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan rekan korban sekaligus sopir kendaraan, pada saat itu korban sedang merapikan perlengkapan dan peralatan survei karena pekerjaan tanah yang mereka lakukan telah selesai. Korban berada di bagian belakang kendaraan pikap ketika tiba-tiba terdengar dua kali suara letusan dari arah yang belum dapat dipastikan,” ujar Kasatgas Humas, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Kebakaran Depan Bank Papua Timika, Warga: Api dari Bangunan Belakang

Saksi kemudian melihat korban langsung terjatuh dan helm yang dikenakannya terlepas ke tanah. Menyadari situasi tersebut, saksi segera menghubungi base camp menggunakan handy talky (HT) untuk meminta bantuan evakuasi secepatnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat keamanan bersama tim medis segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.

Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, aparat sempat mendapat gangguan berupa tembakan dari kelompok kriminal bersenjata yang berada di area perbukitan sekitar lokasi kejadian.

Meski demikian, tim di lapangan tetap memprioritaskan upaya penyelamatan korban.

“Dalam situasi tersebut, prioritas utama tim adalah melakukan penyelamatan terhadap korban yang pada saat itu masih dalam kondisi hidup agar segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit,” jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi menuju RS SOS Mile 68 (RS AEA) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah menjalani pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.31 WIT.

Setelah proses pemulasaraan jenazah selesai, aparat keamanan mengawal proses pemulangan korban. Jenazah diterbangkan dari Timika menuju Jakarta pada Kamis (12/3/2026), sebelum selanjutnya dibawa ke rumah duka keluarga di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga :  Jenazah Pilot Selandia Baru Akan Diterbangkan ke Jakarta

Sebagai tindak lanjut penyelidikan, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika melakukan olah TKP di lokasi penembakan yang berada di Area Jayapura Chuser, Distrik Tembagapura.

Kegiatan diawali dengan konsolidasi tim di Mile 68 Tembagapura, dilanjutkan dengan pemeriksaan kondisi saksi di rumah sakit serta koordinasi dengan unsur pengamanan di Posko 900 sebelum menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim gabungan melakukan rekonstruksi awal melalui tujuh adegan olah TKP, termasuk memeriksa posisi kendaraan saat kejadian, posisi korban saat terjatuh, arah datangnya tembakan, hingga posisi saksi saat peristiwa berlangsung.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat keamanan untuk mengungkap kasus tersebut secara profesional.

“Pertama-tama kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Polres Mimika akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku penembakan ini. Seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan hasil penyelidikan yang saat ini masih terus dilakukan aparat keamanan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan
Kejari Mimika Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara, Ada Sabu dan Uang Palsu
Rilis Video Penembakan Konvoi Freeport, OPM Klaim Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Selasa, 8 September 2026 - 15:20 WIT

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 September 2026 - 15:15 WIT

Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika

Berita Terbaru

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT