MIMIKA – Persipani Paniai memastikan diri sebagai juara Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah musim 2025–2026 usai mengalahkan Persipuncak Puncak Cartenz dengan skor 2-0 pada laga final di Stadion Wania Imipi, SP 1, Distrik Wania, Mimika, Selasa (17/3/2026) sore.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Persipani dalam duel yang dikenal sebagai “Derbi Pegunungan”, sekaligus mengantarkan mereka sebagai wakil Papua Tengah ke putaran nasional Liga 4 yang dijadwalkan berlangsung pada April hingga Mei mendatang.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif. Persipuncak mencoba menekan melalui serangan bertubi-tubi, namun solidnya lini belakang Persipani mampu meredam setiap ancaman yang datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persipani tampil lebih efektif dengan memanfaatkan peluang yang ada. Dua gol yang tercipta memastikan keunggulan sekaligus mengunci gelar juara hingga peluit panjang dibunyikan.
Perayaan kemenangan pun pecah di Stadion Wania Imipi. Para pemain, pelatih, staf, dan manajemen Persipani larut dalam euforia usai memastikan gelar juara.
Plt. Sekretaris Asprov PSSI Papua Tengah, Muhammad Haikal Mikhail, yang hadir mewakili Plt. Ketua Umum Vivin Cahyani Sungkono, mengapresiasi jalannya kompetisi.
“Ini bukan hanya ajang persaingan, tapi ruang pembinaan karakter. Terima kasih kepada pemerintah dan sponsor. Ini adalah fondasi agar sepak bola kita bicara di kancah nasional,” ujar Haikal.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi, meski tim tuan rumah belum meraih hasil maksimal.
“Menang atau kalah itu biasa, tapi sportivitas adalah pelajaran abadi yang kita bawa pulang,” tuturnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menekankan pentingnya kemandirian dan kemajuan sepak bola di provinsi baru tersebut.
“Kita punya energi, kita punya tenaga! Papua Tengah harus melesat ke Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1. Siapa pun yang menang, mereka adalah anak-anak terbaik negeri ini. Ingat, Jayapura adalah masa lalu, dan Nabire adalah masa depan kita!” tegasnya.
Dengan hasil ini, Persipani Paniai tidak hanya membawa pulang trofi juara, tetapi juga memikul harapan sebagai representasi Papua Tengah di level nasional.








