MIMIKA – PT PELNI (Persero) Cabang Timika memastikan pelaksanaan angkutan mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Pomako diperkirakan berlangsung lebih kondusif dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru.
Kepala Cabang PT PELNI Timika, Zigit Sujatmoko, mengatakan jumlah penumpang mudik di wilayah ini masih berada di bawah batas dispensasi kapasitas yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau overcapacity kita kan ada dispensasi dari Kementerian Perhubungan, dari 30 sampai 40 persen dari kapasitas yang ada,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Pomako, Kamis (19/3/2026) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, posisi Timika sebagai pelabuhan antara setelah Merauke dan Agats turut memengaruhi jumlah penumpang yang tidak terlalu signifikan.
Selain itu, tradisi mudik Lebaran di Papua, khususnya Timika, tidak sebesar momentum Natal dan Tahun Baru.
“Untuk keluarga kita yang melaksanakan mudik lebaran di Papua, Timika khususnya, tidak semayoritas yang melaksanakan Natal dan Tahun Baru. Jadi insya Allah untuk kelangsungan angkutan lebaran ini akan lebih kondusif dibanding Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Meski demikian, Zigit menyoroti kondisi fasilitas dan sistem pengamanan di Pelabuhan Pomako yang dinilai masih perlu perhatian serius dari para pemangku kebijakan.
Menurutnya, fasilitas terminal penumpang saat ini belum memadai dan berpotensi menimbulkan kerawanan di area pelabuhan.
“Di sini, pelabuhan penumpang belum ada. Kondisi terminal penumpang juga sangat rentan, tidak ada pintu keluar masuk, gerbang di dermaga. Jadi masih riskan untuk pengantar penunjung bercampur baur dengan penumpang yang naik atau penumpang yang turun,” ungkapnya.
Ia menegaskan, idealnya pelabuhan memiliki sistem kontrol akses yang jelas, di mana hanya penumpang bertiket yang dapat memasuki area dermaga.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban serta meningkatkan keamanan saat proses naik dan turun penumpang.
Dalam hal pengamanan, PELNI telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk mendukung keamanan di pelabuhan-pelabuhan yang dilayani, termasuk di Timika.
“PT Pelni bekerjasama dengan TNI AL, langsung dari direktur utama kami membuat PKS bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) di seluruh pelabuhan yang dilayani PT Pelni, selalu disupport oleh tim dari TNI AL untuk pengamanan,” jelasnya.
Namun demikian, pengamanan tersebut umumnya difokuskan pada saat proses embarkasi dan debarkasi penumpang.
Sementara itu, untuk arus mudik Lebaran tahun ini, rute dengan tujuan Tual, Ambon, dan Baubau tercatat sebagai yang paling diminati oleh penumpang yang berangkat dari Timika.















