Pasokan LPG Timika Seret, Pertamina Jamin Distribusi Tetap Jalan

Kevin Kurni

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tabung LPG. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi tabung LPG. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Pasokan LPG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih mengalami keterbatasan seiring rencana pengalihan titik suplai yang hingga kini belum diputuskan.

Kondisi itu membuat distribusi belum sepenuhnya stabil, meski pihak Pertamina memastikan penyaluran tetap berjalan.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Tengah, Junaedi Kala, mengatakan bahwa proses pengalihan supply point masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah daerah, termasuk terkait penetapan Harga Jual Eceran (HJE).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengalihan supply ini masih kami rapatkan bersama Pemda. Jadi Pertamina tidak bergerak sendiri, semua dibicarakan bersama, termasuk penyesuaian harga jika nantinya pengambilan suplai dialihkan ke Ambon,” ujarnya.

Selama belum ada keputusan resmi, suplai LPG untuk wilayah Timika masih mengandalkan pengiriman dari Makassar dan Surabaya.

“Untuk saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir, karena pengambilan masih dari Makassar dan Surabaya. Insya Allah kondisi LPG di Timika akan membaik,” tambahnya.

Junaedi menjelaskan, untuk LPG non-subsidi, komponen ongkos distribusi telah diperhitungkan dalam harga jual eceran. Sementara LPG subsidi tetap mendapatkan intervensi pemerintah melalui harga tebus yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Disperindag Mimika Sidak Pasar, Temukan Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu

Di sisi lain, keterbatasan pasokan di tingkat agen mulai dirasakan. Agen LPG Haji Andi Tajrimin, owner PT Mitra Indimata, menyebut pihaknya masih menunggu tambahan suplai dari Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Intinya kita siap melayani masyarakat, tapi sekarang kita masih menunggu suplai dari Sulawesi Selatan. Kalau suplai lancar, tidak akan terjadi kelangkaan seperti ini,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 6.000 tabung yang tersedia di Makassar, baru sekitar 2.000 lebih yang terisi dan berhasil dikirim ke Timika. Kondisi ini membuat distribusi belum mampu memenuhi lonjakan permintaan.

“Kita kasihan masyarakat yang harus antre. Kami juga tidak ingin ada pihak yang mengambil keuntungan dengan menimbun lalu menjual dengan harga tinggi,” tegasnya.

Untuk mencegah penyelewengan, agen telah memberlakukan pembatasan pembelian satu tabung per orang. Namun, praktik kecurangan masih ditemukan di lapangan.

Baca Juga :  Seribu OAP Miskin Ekstrem di Mimika Terima Bantuan dari Pemprov

“Masih ada yang membeli berulang kali dengan menyimpan tabung di mobil. Ini yang kami harap bisa diawasi oleh pihak terkait,” katanya.

Saat ini, stok LPG 12 kilogram di tingkat agen diperkirakan segera habis. Sementara itu, tabung ukuran 5,5 kilogram dan 50 kilogram masih tersedia. Harga LPG 12 kilogram juga dipastikan tetap berada di angka Rp350.000 per tabung.

Terkait rencana pengalihan suplai ke Ambon, Haji Andi menyampaikan keberatannya karena dinilai berpotensi meningkatkan harga serta menambah risiko distribusi.

“Kalau ambil dari Ambon, kemungkinan harga akan lebih mahal. Selain itu, proses pengambilan LPG itu tidak mudah, harus melalui pengecekan ketat untuk keamanan. Di Makassar, tenaga kami sudah berpengalaman,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, tambahan pasokan dapat tiba dalam waktu sekitar satu minggu, bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan armada pengangkut.

Baik Pertamina maupun agen berharap percepatan suplai segera terealisasi agar kelangkaan LPG di Mimika dapat teratasi dan kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi secara normal.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikan Tongkol dari Fakfak Masuk Mimika Dipastikan Aman Konsumsi
Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia
UMKM Mimika Naik Kelas, Noken Kreatif Tembus Onboarding Bank Indonesia 2026
Pemkab Mimika Bakal Sulap Pasar Mapurujaya yang Terbengkalai Jadi Pasar Ikan
Harga Sayur di Timika Melonjak Jelang Iduladha
Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare
IHLS Gelar Bazaar di SAGA Waena, Tawarkan 15 Ribu Perkakas Rumah Tangga
Defisit Rp600 Miliar Mengintai, Mimika Percepat Diversifikasi Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:21 WIT

Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:27 WIT

UMKM Mimika Naik Kelas, Noken Kreatif Tembus Onboarding Bank Indonesia 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:09 WIT

Pemkab Mimika Bakal Sulap Pasar Mapurujaya yang Terbengkalai Jadi Pasar Ikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:08 WIT

Harga Sayur di Timika Melonjak Jelang Iduladha

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:30 WIT

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT