MIMIKA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika resmi memasuki fase baru kepemimpinan. Melalui seremoni serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat pada Selasa (7/4/2026), dr. Anthonius Pasulu menyerahkan jabatan Direktur kepada dr. Faustina Helena Burdam.
Pergantian ini menandai berakhirnya enam tahun kepemimpinan dr. Anthonius yang penuh dinamika, sekaligus membuka babak baru bagi peningkatan layanan kesehatan di Mimika.
Prosesi yang digelar di lingkungan RSUD Mimika itu turut disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, bersama jajaran manajemen rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, dr. Anthonius mengenang awal masa jabatannya yang langsung dihadapkan pada krisis global pandemi COVID-19. Ia dilantik pada 13 Januari 2020, tepat sebelum pandemi melanda dan menguji kesiapan fasilitas kesehatan di seluruh dunia.
“Saya dilantik sebagai Direktur RSUD Kabupaten Mimika itu 13 Januari 2020. Tentu banyak tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun eksternal. Saya bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepercayaannya saya bisa menjalankannya dengan baik,” kenang dr. Anthonius.
Di bawah kepemimpinannya, RSUD Mimika tidak hanya mampu bertahan di masa krisis, tetapi juga mencatat sejumlah capaian signifikan. Mulai dari keberhasilan mendukung agenda besar seperti PON XX dan Pesparawi, hingga penguatan tata kelola keuangan melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Transformasi kelembagaan menjadi Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) turut memperkuat sistem pelayanan dengan menitikberatkan pada enam pilar utama, yakni ketersediaan obat, alat medis, air, listrik, dan konsumsi pasien.
Dampaknya terlihat pada lonjakan pendapatan rumah sakit yang meningkat tajam dari Rp27 miliar pada 2019 menjadi Rp122,3 miliar pada 2025.
Tak hanya itu, RSUD Mimika juga menorehkan prestasi di tingkat nasional, di antaranya penghargaan Pusat Pelayanan Kecelakaan Kerja Terbaik saat PON, raihan Akreditasi Paripurna, hingga inovasi digital Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang memastikan kepatuhan terhadap rekam medis elektronik tanpa sanksi dari kementerian terkait.
Inovasi pelayanan seperti “SiPoli” dan program “Sa Antar Ko” bagi Orang Asli Papua (OAP) juga menjadi bukti komitmen terhadap pelayanan berbasis kearifan lokal.
Meski demikian, dr. Anthonius mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Salah satunya adalah keterbatasan kapasitas ruang rawat inap yang kerap mengalami kelebihan pasien.
Dengan jumlah tempat tidur yang kini mencapai 210 unit, ia menilai RSUD Mimika telah memenuhi syarat untuk naik kelas dari Tipe C menjadi Tipe B, meski rencana tersebut sempat tertunda akibat dinamika Daerah Otonomi Baru (DOB).
Sementara itu, Direktur baru RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan menyempurnakan fondasi yang telah dibangun.
“Suka tidak suka, namun hari ini saya berdiri di sini sudah dilantik sah pada tanggal 11 Maret tahun 2026 sebagai Direktur Rumah Sakit Kabupaten Mimika. Mempertahankan itu memang susah, tapi semua bisa kita lewati dengan kerja sama yang baik, diskusi, keterbukaan karena tujuan kita adalah pelayanan masyarakat,” tegas dr. Faustina.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga petugas pendukung, demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Selain itu, kebutuhan akan dokter spesialis organik juga menjadi perhatian utama guna menjamin keberlanjutan dan kualitas layanan.
Apresiasi juga datang dari Bupati Mimika, Johannes Rettob, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Ananias Faot. Pemerintah daerah menilai kepemimpinan dr. Anthonius telah membawa perubahan signifikan bagi RSUD Mimika.
“Pemerintah Daerah berharap di bawah kepemimpinan dr. Faustina, RSUD Mimika tidak terjebak dalam pengelompokan internal, melainkan tetap solid sebagai satu keluarga besar yang memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan beretika bagi seluruh masyarakat Mimika,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru, RSUD Mimika kini dihadapkan pada tantangan peningkatan kapasitas layanan dan target naik kelas, seiring tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin tinggi di wilayah tersebut.


























