HMI dan Polda Papua Sepakati Perang Melawan Tambang Ilegal

Ahmad

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Badko HMI bersama Polda Papua. (Foto: Istimewa).

Pertemuan Badko HMI bersama Polda Papua. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA – Ketegangan yang kerap mewarnai hubungan antara aktivis dan korps bayangkara di Tanah Papua mencoba dicairkan melalui sebuah kesepakatan strategis.

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Tanah Papua bersama Kepolisian Daerah Papua duduk satu meja, membedah carut-marut persoalan dari lubang tambang ilegal yang menganga hingga belantara hoaks di dunia maya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (9/5/2026), Ketua Umum BADKO HMI Papua, Charli Lagefa, mengatakan bahwa pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya meramu enam pokok bahasan dan lima rekomendasi konkret demi stabilitas Bumi Cendrawasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, posisi mahasiswa saat ini berada di antara nalar kritis dan tanggung jawab solusi. Ia menolak jika gerakan mahasiswa hanya dipandang sebagai penggaduh di jalanan.

“Kami tidak hanya mengkritik, tapi juga menawarkan solusi. Stabilitas Papua butuh pendekatan humanis, dialogis, dan kolaborasi nyata dengan generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Mimika Pastikan Alat Berat Segera Ditarik dari Kapiraya, Upaya Redam Ketegangan

Dalam pertemuan tersebut, persoalan tambang ilegal (illegal mining) menjadi isu paling panas. Penegakan hukum terhadap perusakan lingkungan di Papua Tengah, Keerom, hingga Pegunungan Bintang dianggap masih tumpul.

HMI mendesak transparansi penuh dalam penanganan kasus lingkungan hidup, mengingat eksploitasi hutan dan pencemaran sungai oleh korporasi “nakal” telah merampas ruang hidup masyarakat adat.

Pola penegakan hukum dituntut bergeser dari sekadar pendekatan represif menuju perlindungan hak agraria yang berpihak pada keadilan sosial.

Selain isu ekologi, belantara digital Papua yang rawan provokasi juga menjadi sorotan. Menjelang momentum politik, kedua belah pihak sepakat melakukan operasi literasi digital guna meredam ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik horizontal.

Mahasiswa didorong menjadi penjaga gawang informasi agar polarisasi tidak merobek tenun sosial di Papua.

Guna memastikan kesepakatan ini tidak berakhir di atas kertas, lima rekomendasi “jalan tengah” pun dilahirkan. Salah satunya adalah pembentukan Tim Koordinasi Bersama dengan penunjukan liaison officer dari kedua belah pihak.

Baca Juga :  YKKMP Berencana Kunjungi Gearek, Selidiki Dugaan Penyerangan Militer di Nduga

Forum ini dirancang untuk melakukan pertemuan rutin bulanan guna merespons cepat setiap gejolak hukum dan sosial yang muncul di akar rumput.

Langkah berani lainnya adalah rencana Pemetaan Wilayah Rawan Tambang Ilegal yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat adat.

Data lapangan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Polda Papua untuk melakukan penindakan hukum tanpa tebang pilih.

Selain itu, kolaborasi ini akan menyentuh ranah edukasi melalui pembentukan Sekolah Kader Sadar Hukum, sebuah wadah untuk mencetak generasi muda Papua yang memiliki kemampuan investigasi sosial dan advokasi kebijakan.

BADKO HMI Papua menyatakan akan terus mengawal komitmen ini dengan ketat. Evaluasi total akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan untuk memastikan bahwa sinergi ini benar-benar menyentuh persoalan mendasar di Papua, bukan sekadar basa-basi birokrasi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031
Pengurus Asrama Putri Mamberamo Raya Dilantik, Anjali Inyara Jadi Ketua
Benyamin Magal Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker KNPI Papua Tengah, Segera Siapkan Musda
Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi
Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika
Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan
Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan
Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:57 WIT

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:56 WIT

Pengurus Asrama Putri Mamberamo Raya Dilantik, Anjali Inyara Jadi Ketua

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:01 WIT

Benyamin Magal Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker KNPI Papua Tengah, Segera Siapkan Musda

Jumat, 25 September 2026 - 18:43 WIT

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 18 September 2026 - 14:27 WIT

Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika

Berita Terbaru

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT