Galeripapua – Sebanyak 387 jemaah kelompok terbang atau Kloter UPG-27 diberangkatkan menuju Tanah Suci dari Bandar Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Minggu malam, 10 Mei 2026. Para jemaah diterbangkan menuju King Abdul Aziz International Airport (KAAIA), Jeddah, pada pukul 23.10 WITA sebagai bagian dari fase keberangkatan gelombang kedua musim haji 1447 Hijriah.
Sebelum keberangkatan, para jemaah yang tiba di Embarkasi Makassar sejak Sabtu malam, 9 Mei 2026, menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan dan administrasi di Aula Arafah. Mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan, menerima kantong kesehatan berisi obat-obatan dan vitamin, gelang identitas, paspor dan visa, hingga living cost atau uang saku. Jemaah juga mendapat pembagian kamar untuk beristirahat sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Provinsi Papua, Musa Narwawan, mengatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi menjadi momentum baru dalam tata kelola haji nasional. Menurut Narwawan, pelayanan haji tahun ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Haji dan Umrah sebagai regulator baru penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini menjadi babak baru dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Tentu ini menjadi amanah besar bagi kami untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan yang lebih baik lagi,” kata Musa Narwawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Musa, Provinsi Papua tahun ini memperoleh kuota sebanyak 933 jemaah yang ditetapkan pemerintah pusat menggunakan formula baru berbasis daftar tunggu nasional. Skema tersebut menggunakan perbandingan waiting list daerah dengan waiting list nasional, kemudian dikalikan kuota nasional yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.
Mekanisme tersebut, lanjut Musa, berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan pendekatan jumlah penduduk muslim di masing-masing daerah.
“Dulu rumus pembagiannya berdasarkan jumlah penduduk muslim di masing-masing wilayah, sekarang memakai daftar tunggu tersebut, sehingga kuota Papua berkurang sekitar 100 lebih jemaah,” ujarnya.
Musa mengingatkan seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci dan mengikuti arahan petugas haji kloter maupun petugas di Arab Saudi agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Karena masuk dalam fase keberangkatan gelombang kedua, para jemaah diimbau telah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib,” harapnya
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), total manifest Kloter UPG-27 mencapai 393 orang. Selain 387 jemaah, kloter tersebut juga terdiri atas satu TPHI, satu TPIHI, satu TKHI, satu paramedis, serta dua jemaah asal Kabupaten Maros.
Adapun rincian 387 jemaah haji tersebut antara lain;
PAPUA
- Kabupaten Jayapura 3 jemaah,
- Kota Jayapura 231 jemaah,
- Kepulauan Yapen 37 jemaah
- Kabupaten Waropen 13 jemaah,
- Kabupaten Sarmi 1 jemaah
- Kabupaten Keerom 18 jemaah
PAPUA SELATAN
- Kabupaten Boven Digoel 3 jemaah,
PAPUA PEGUNUNGAN
- Kabupaten Jayawijaya 3 jemaah,
PAPUA TENGAH
- Kabupaten Nabire 80 jemaah,






















