Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H

Ahmad

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah calon jemaah haji yang akan menuju Mekkah mengikuti seremonial pelepasan di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (28/4/2026), (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Sejumlah calon jemaah haji yang akan menuju Mekkah mengikuti seremonial pelepasan di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (28/4/2026), (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika resmi melepas 120 calon jemaah haji menuju Mekkah dalam sebuah seremoni di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (28/4/2026).

Keberangkatan tahun ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan operasional, dengan menempatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan sebagai prioritas utama layanan publik.

Di bawah payung regulasi baru—UU Nomor 14 Tahun 2025—standar pelayanan musim haji kali ini dirancang untuk mengatasi hambatan fisik bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil di tengah upaya nasional untuk mewujudkan proses ibadah yang lebih inklusif dan akuntabel.

Data demografis menunjukkan kontras usia yang tajam di antara para jemaah. St. Habubah Latif Mangesa (90 tahun) menjadi jemaah tertua, sementara Riswandy Syarifuddin (18 tahun) tercatat sebagai yang termuda.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, H. Muhammad Hilal T, menegaskan bahwa sistem pendampingan telah diperketat untuk menjamin keamanan tanpa mengurangi kemandirian jemaah.

Baca Juga :  Ibadat Vesper Agung, Momen Sakral Jelang Pentahbisan Uskup Timika

“Kami mengusung komitmen ‘Haji Ramah Lansia dan Disabilitas’. Petugas telah diinstruksikan untuk memberikan pendampingan khusus guna memastikan semua jemaah, tanpa kecuali, dapat beribadah dengan mandiri dan aman,” jelas Hilal.

Secara total, 123 orang diberangkatkan, termasuk tiga petugas medis dan pembimbing ibadah yang bertugas memantau kondisi kesehatan jemaah secara real-time.

Keberhasilan mobilisasi ini didukung oleh koordinasi lintas instansi. Dinas Kesehatan Mimika memberikan subsidi penuh untuk pemeriksaan kesehatan, sebuah langkah krusial untuk meringankan beban finansial jemaah di tengah dinamika ekonomi.

Operasional keberangkatan akan dilakukan dalam dua kloter. Untuk kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026 melalui Bandara Mozes Kilangin menuju Makassar.

Untuk kloter kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada 10 Mei 2026 dan langsung masuk Embarkasi Makassar.

Baca Juga :  Atuka Jadi Percontohan, Mimika Genjot Koperasi Merah Putih dari Pesisir

Sementara itu, jemaah asal Mimika tergabung dalam Kloter 29 (UPG). Mereka dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi 12 Mei 2026

Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menekankan pentingnya ketahanan fisik mengingat tantangan iklim di Semenanjung Arab yang sering kali ekstrem bagi jemaah asal wilayah tropis.

Dalam amanatnya, Bupati Rettob mengingatkan para jemaah akan peran mereka sebagai duta budaya bagi Mimika di panggung internasional.

“Gunakan waktu di Tanah Suci dengan maksimal. Fokuslah pada ibadah, jaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem, dan jadilah teladan persaudaraan sekembalinya ke Tanah Amungsa,” pungkas Johannes.

Langkah Mimika tahun ini mencerminkan tren global dalam penyelenggaraan ibadah haji yang mulai berfokus pada penghapusan diskriminasi akses bagi penyandang disabilitas, memastikan bahwa hak untuk menjalankan ibadah spiritual tetap terpenuhi bagi setiap warga negara.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga
GPKAI Timika Gelar Seminar Paskah, Bahas Makna Penyaliban Yesus
Ribuan Umat Meriahkan Pawai Obor Fajar Paskah 2026 di Mimika
Waspada Penipuan Haji di Mimika, Modus Percepatan Berangkat Rugikan Jemaah
Keberangkatan Haji Mimika 2026 Tak Terganggu Konflik Timur Tengah
Gema Takbir di Jantung Mimika: Pawai Kemenangan yang Menyatukan Keberagaman
Lebaran Lebih Awal, Muhammadiyah Mimika Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Serentak, 1 Syawal Jatuh 21 Maret

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:50 WIT

Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H

Selasa, 7 April 2026 - 19:42 WIT

Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga

Minggu, 5 April 2026 - 04:12 WIT

GPKAI Timika Gelar Seminar Paskah, Bahas Makna Penyaliban Yesus

Minggu, 5 April 2026 - 03:40 WIT

Ribuan Umat Meriahkan Pawai Obor Fajar Paskah 2026 di Mimika

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:20 WIT

Waspada Penipuan Haji di Mimika, Modus Percepatan Berangkat Rugikan Jemaah

Berita Terbaru

Seorang mahasiswa menyampaikan orasi saat aksi Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) di Lingkaran Abepura, Jayapura, Senin, 27 April 2026. Aksi tersebut menyoroti situasi yang mereka sebut sebagai darurat militer dan krisis kemanusiaan di Tanah Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Hukrim

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Senin, 27 Apr 2026 - 23:14 WIT