JAYAWIJAYA — Tim patroli pengintaian Satgas Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengamankan sejumlah senjata api dan munisi yang diduga milik kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Wame, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (9/5/2026).
Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, melalui siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Senin (11/6/2026).
Dikatakan bahwa pengamanan tersebut dilakukan dalam operasi patroli dan penyisiran yang berlangsung di Kampung Wame Kompleks pada hari kedua operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel Satgas Koops TNI Habema sebelumnya bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata.
Setelah melakukan pengintaian dan pemantauan situasi, aparat kemudian melaksanakan penyisiran di sejumlah bangunan yang dicurigai digunakan sebagai markas persembunyian.
Dalam proses penyisiran di bangunan utama, personel menemukan sebuah tas di lantai ruang tengah yang berisi senjata api dan perlengkapan lainnya.
Dari lokasi itu, aparat mengamankan satu pucuk pistol jenis airsoft gun Omega buatan Tiongkok, satu pucuk senapan angin, 17 butir munisi kaliber 5,56 mm, tujuh butir munisi pistol kaliber 9 mm, serta satu butir munisi revolver kaliber 9 mm.
Selain menyita barang-barang tersebut, Satgas Koops TNI Habema juga melanjutkan patroli ke sasaran kedua dengan dukungan observasi udara menggunakan drone.
Dalam pengamatan di lokasi kedua, personel menemukan bara api yang masih menyala di dalam honai sehingga diduga tempat itu baru saja ditinggalkan.
Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan penindakan di wilayah rawan.
“Satgas Koops TNI Habema akan terus melaksanakan patroli serta penindakan keamanan secara terukur guna mempersempit ruang gerak kelompok separatis bersenjata OPM yang masih berupaya mengganggu keamanan masyarakat,” ujarnya.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman serta kondusif,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kehadiran aparat keamanan di Papua Pegunungan diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah rawan gangguan kelompok bersenjata.






















