Cuaca Ekstrem Intai Mimika, BPBD Petakan Enam Distrik Rawan Bencana

Ahmad

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca buruk hujan lebat. (Foto: Istimewa/Bruno dari Pixabay)

Ilustrasi cuaca buruk hujan lebat. (Foto: Istimewa/Bruno dari Pixabay)

MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Papua Tengah untuk tiga hari ke depan.

Merespons ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika langsung bersiap memitigasi dampak buruk di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, menyatakan pihaknya tengah menyusun surat imbauan resmi untuk disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya di kawasan kelolaan yang masuk dalam peta rawan bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dari BPBD hari ini menyiapkan imbauannya untuk disampaikan ke masyarakat, terutama di enam distrik yang ada di wilayah kota hingga Mapurjaya dan Poumako,” kata Agustina saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (18/5/2026).

Agustina mengimbau warga di area perkotaan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang, petir, dan pohon tumbang.

Baca Juga :  Tawuran Pemuda di Jalan Yos Sudarso Mimika Lumpuhkan Akses ke Nawaripi

Saat hujan lebat disertai badai guntur terjadi, warga disarankan untuk tetap berada di dalam rumah.

Selain mengantisipasi cuaca ekstrem, ia juga mengingatkan warga kota untuk menjaga kebersihan drainase guna mencegah banjir luapan.

“Masyarakat harus sadar kebersihan lingkungan. Kalau lingkungan bersih, otomatis kita dijauhkan dari rintangan, khususnya banjir,” ujarnya.

Ancaman Longsor dan Banjir Rob

Berdasarkan peta rawan bencana milik BPBD Mimika, karakteristik ancaman di setiap wilayah memiliki tipologi yang berbeda.

Untuk wilayah pegunungan seperti Distrik Tembagapura, tanah longsor menjadi ancaman utama yang membayangi warga.

Guna memantau pergerakan tanah saat curah hujan tinggi, BPBD terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat distrik setempat.

Kondisi berbeda dihadapi oleh warga di kawasan pesisir, seperti Distrik Mimika Barat (Kokonao), Mimika Tengah (Atuka), dan Amar.

Wilayah-wilayah pesisir ini kerap menjadi langganan banjir rob atau luapan air pasang laut akibat fenomena alam tahunan.

Baca Juga :  Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

“Di Kokonao, Atuka, dan Amar itu sering terkena banjir rob, air pasang naik berkisar 40 hingga 45 sentimeter. Itu masuk dalam peta rawan bencana kami,” jelas Agustina.

Atas dasar itu, BPBD meminta para nelayan lokal untuk sementara waktu tidak melaut hingga kondisi gelombang dan cuaca kembali teduh.

Warga pesisir juga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika air laut mulai menggenangi pemukiman.

Mulai 19 Mei 2026, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mimika dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi secara masif.

“Kita tidak boleh lengah. Edukasi dan pencegahan harus terus disampaikan kepada masyarakat agar kita siap menghadapi banjir, longsor, kebakaran, maupun pohon tumbang,” pungkas Agustina.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah
Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah
Seorang Pria di Mimika Dibacok OTK
Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat
Korban Ledakan Biak Numfor Bertambah Jadi 6 Orang, 3 Dalam Pencarian
Aksi Spontanitas di Kuala Kencana Akhirnya Bubar, Blokade Jalan Dibuka

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:49 WIT

Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:17 WIT

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WIT

Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:20 WIT

Seorang Pria di Mimika Dibacok OTK

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:22 WIT

Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT