KNPB Akan Gelar Aksi Serentak 15 Agustus, Ini Isu yang Disuarakan

Ikbal Asra

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KNPB Wilayah Sentani Sadracks Lagowan menyampaikan seruan aksi nasional pada 15 Agustus 2026 di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 11 Agustus 2026. dok. KNPB Sentani.

Ketua KNPB Wilayah Sentani Sadracks Lagowan menyampaikan seruan aksi nasional pada 15 Agustus 2026 di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 11 Agustus 2026. dok. KNPB Sentani.

JAYAPURA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani menyerukan masyarakat Papua dan non-Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti aksi nasional pada 15 Agustus 2026. Seruan itu disampaikan KNPB Sentani pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Ketua KNPB Wilayah Sentani, Sadracks Lagowan, mengatakan aksi tersebut akan mengangkat tema “Papua, Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”. Menurut dia, aksi merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang digelar pada 3 Agustus 2026. “15 Agustus nanti adalah panggung politik bagi rakyat Tabi dan seluruh masyarakat Papua untuk bersuara,” kata Sadrak dalam keterangan tertulisnya kepada GaleriPapua, Selasa, 11 Agustus 2026.

KNPB Sentani mengimbau masyarakat menyiapkan berbagai perlengkapan aksi, seperti pamflet dan alat budaya tradisional. Mereka juga menyerukan konsolidasi dan mobilisasi massa menuju sejumlah titik aksi di Sentani, Kabupaten Jayapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sadrak mengatakan panggung politik akan disediakan untuk memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi terkait situasi hak asasi manusia dan kemanusiaan di Papua. KNPB Sentani juga menyerukan masyarakat adat Tabi dan wilayah Mamta ikut dalam aksi tersebut. Mereka mengajak masyarakat berkumpul dan menyampaikan aspirasi secara damai.

Baca Juga :  Aksi Mimbar Bebas, KNPB Timika Soroti Isu Kemanusiaan di Papua

Dalam pernyataannya, KNPB menyoroti sejumlah persoalan di Papua, termasuk kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). KNPB menyebut terdapat lebih dari 543 kasus keracunan yang berkaitan dengan program tersebut.

Klaim mengenai jumlah kasus keracunan itu disampaikan KNPB tanpa merinci sumber data yang digunakan. KNPB juga mengaitkan program MBG dengan kebijakan pemerintah yang mereka nilai memperluas peran militer dalam urusan sipil.

Selain itu, KNPB menyebut sekitar 125.931 orang masih menjadi pengungsi akibat konflik dan kekerasan di sejumlah wilayah Papua. Mereka juga menyampaikan klaim mengenai jumlah penduduk asli Papua yang disebut tersisa sekitar dua juta jiwa.

Klaim mengenai jumlah penduduk asli Papua dan pengungsi tersebut belum disertai rincian sumber data dalam pernyataan KNPB Sentani. Menurut Sadrak, aksi 15 Agustus merupakan kesempatan bagi masyarakat Papua menyampaikan tuntutan mengenai perlindungan hak asasi manusia dan penyelesaian persoalan kemanusiaan di Papua.

Baca Juga :  Tokoh Intelektual Apresiasi Kinerja Dinas PUPR Mimika

“Kita rakyat Papua harus bersatu tanpa membedakan suku, agama, ras demi masa depan demokrasi dan kemanusiaan di tanah kita,” ujarnya.

KNPB Sentani mengajak masyarakat mengikuti aksi secara damai. Mereka juga meminta pemerintah dan pemangku kepentingan mendengarkan aspirasi masyarakat serta mencari penyelesaian atas persoalan konflik dan kemanusiaan di Papua.

Juru Bicara KNPB Pusat, Ogram Wanimbo, mengatakan pihaknya masih melakukan konsolidasi menjelang aksi tersebut. Menurut dia, KNPB akan memfasilitasi konsolidasi rakyat selama 24 jam untuk mempersiapkan aksi.

“Tetap KNPB akan memediasi rakyat, 1×24 jam konsolidasi untuk kasih turun terus,” kata Ogram kepada awak media, 3 Agustus 2026.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Asrama Putri Mamberamo Raya Dilantik, Anjali Inyara Jadi Ketua
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:56 WIT

Pengurus Asrama Putri Mamberamo Raya Dilantik, Anjali Inyara Jadi Ketua

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terbaru

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT

Ketua PC Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Senin, 5 Okt 2026 - 19:59 WIT