MIMIKA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, tetapi juga menjadi kesempatan perusahaan mengenang para pekerja yang gugur dalam menjalankan tugas.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, PTFI juga memberikan penghargaan kepada 277 karyawan atas masa kerja lebih dari 25 tahun. Penghargaan diberikan kepada 188 karyawan di Tembagapura dan 89 karyawan di Kuala Kencana.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi perusahaan atas loyalitas, dedikasi, dan pengabdian para karyawan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang PTFI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik momentum perayaan kemerdekaan tersebut, suasana juga diwarnai dengan penghormatan kepada sembilan pekerja PTFI yang meninggal dunia akibat insiden operasional dan keamanan dalam kurun waktu 2025 hingga 2026.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dalam amanatnya mengajak seluruh keluarga besar perusahaan untuk mengenang tujuh pekerja yang meninggal akibat insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.
“Jasa, dedikasi, dan pengabdian mereka akan senantiasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan dan sejarah perusahaan ini,” kata Tony.
Selain tujuh pekerja tersebut, Tony juga mengenang Erman Rustaman dan Simson Mulia, yang meninggal dalam rangkaian insiden keamanan berupa penembakan pada awal tahun 2026.
Tony menyebut sembilan pekerja tersebut bukan sekadar karyawan, tetapi merupakan bagian dari keluarga besar PTFI.
“Mereka semuanya, ke-9 orang yang telah gugur mendahului kita, bukan hanya sekadar karyawan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia,” ujarnya.
Menurut Tony, berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama.
“Tidak ada yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa rekan kerja kita,” tegasnya.
Ia mengatakan setiap target produksi dan pencapaian operasional hanya memiliki arti apabila seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, PTFI terus mendorong penguatan budaya Safety sebagai bagian dari nilai perusahaan SINCERE, yang terdiri dari Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence.
Tony menegaskan, keselamatan tidak boleh hanya dipandang sebagai prosedur, tetapi harus menjadi nilai yang melekat dalam setiap keputusan dan tindakan seluruh pekerja.
“Safety bukan hanya sekadar prosedur, melainkan nilai yang harus hidup dalam setiap keputusan, setiap tindakan, dan setiap cara kita bekerja,” katanya.
Di tengah momentum mengenang para pekerja yang telah gugur, PTFI juga terus menjalankan proses pemulihan operasional tambang bawah tanah.
Ia menyebut sekitar 800 ribu ton material lumpur basah harus dipindahkan pascainsiden GBC, disertai kerusakan infrastruktur, alat berat, lokomotif, gerbong, telekomunikasi, hingga sistem ventilasi.
Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Tony menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terus bekerja dalam proses pemulihan.
Tony menegaskan semangat “One Freeport Untuk Indonesia” menjadi landasan bagi seluruh keluarga besar PTFI untuk bangkit dan menghadapi berbagai tantangan.
“Dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” tegas Tony.
Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan PTFI akhirnya tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang telah lama mengabdi, sekaligus mengenang mereka yang telah gugur dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai penguat komitmen terhadap keselamatan, kebersamaan dan keberlanjutan perusahaan.










