Lokasi Eks Pasar Swadaya Kian Dipadati Pedagang, Plt Bupati Mimika: Tahun Depan Relokasi

Senin, 7 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak lokasi eks Pasar Swadaya, Jalan Bayangkara, Kelurahan Koperapoka, Mimika, Papua pada Senin (7/11/2022) siang.

Tampak lokasi eks Pasar Swadaya, Jalan Bayangkara, Kelurahan Koperapoka, Mimika, Papua pada Senin (7/11/2022) siang.

MIMIKA – Lokasi eks Pasar Swadaya di jalan Bayangkara, Kelurahan Koperapoka, hingga saat ini masih dipadati oleh para pedagang. Kegiatan jual beli pun terlihat masih berlangsung setiap harinya.

Padahal secara legalitas, pasar tersebut sudah ditutup sejak lama, dan sudah kerap beberapa kali ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Menganggapi hal ini, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan bahwa di tahun 2023, pihaknya akan merelokasi para pedagang tersebut ke pusat perbelanjaan Pasar Sentral, di Jalan Hasanuddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun depan rencananya (relokasi). Sekarang kami masih bekerja keras dengan semua pihak, teman-teman OPD untuk dicarikan solusi,” kata John di lobi Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3, Senin (7/11/2022).

Baca Juga :  Puluhan Orang di Mimika Barat Terjangkit Penyakit Kusta

John menyebutkan, relokasi pedagang tidak bisa serta merta dilakukan dengan pemaksaan. Kata dia, relokasi harus dijalankan dengan melihat kembali tradisi serta budaya dari para pedagang.

“Kita harus tahu tradisi mereka, tata caranya, dan pikiran mereka dalam menjual. Kalau kita paksakan memindahkan mereka ke tempat yang tidak dikehendaki, mereka pasti akan kembali lagi,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut John, untuk sementara waktu pihaknya hanya dapat mengambil tindakan sebatas penertiban agar kegiatan jual beli di lokasi eks Pasar Swadaya tidak menggangu stabilitas lalu lintas kendaraan di Jalan Bayangkara.

Baca Juga :  Wisata Rohani Gua Maria Bunda Pelindung Abadi Resmi Dibuka

Selain tradisi dan budaya, John mengungkapkan bahwa ada juga penghambat lainnya yang mesti dipikirkan betul-betul jalan keluarnya agar para pedagang mau dipindahkan.

“Seperti transportasi, mereka tidak mau ke pasar sentral karena tidak ada transportasi. Itu harus kita pikirkan juga, meskipun nanti kita minta bus jemput ke sana,” tuturnya.

“Dan juga mungkin karena mereka sudah pada punya langganan sehingga enggan untuk pindah. Jadi saya mengimbau kepada masyarakat pembeli juga yang tertib, kita harus sadar dengan hal ini,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:25 WIT

Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:48 WIT

Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:09 WIT

Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT