138 Sapi di Merauke Mati Akibat Gigitan Nyamuk

Endy Langobelen

Selasa, 23 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak seekor sapi mati di Merauke, Papua Selatan, akibat gigitan nyamuk. (Foto: Istimewa/Diskominfo Merauke)

Tampak seekor sapi mati di Merauke, Papua Selatan, akibat gigitan nyamuk. (Foto: Istimewa/Diskominfo Merauke)

MERAUKE – Ratusan ekor sapi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dikabarkan mati akibat serangan gigitan nyamuk.

Situs resmi Pemerintah Kabupaten Merauke, per 18 April 2024 tercatat ternak sapi yang mati akibat serangan gigitan nyamuk mencapai 138 ekor.

“Per hari ini, sudah meningkat sekitar 138 sapi yang dilaporkan mati,” tulis Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu, Selasa (23/4/2024).

Martha mengungkapkan, sapi yang mati akibat gigitan nyamuk tersebar di beberapa distrik, yakni Distrik Malind, Kurik, Tanah Miring, dan Semangga.

Sebagai tindak lanjut atas kasus ini, kata Martha, dibentuk Tim Gabungan yang terdiri dari Loka Veteriner pusat, Loka Veteriner Papua, Pejabat Veteriner Papua Selatan, Badan Karantina dan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke.

Baca Juga :  Umat Katolik Demo Uskup Merauke di Katedral Tiga Raja Timika

Tim itu dinyatakan telah bekerja mengambil sampel.

“Masih dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian ternak sapi,” tuturnya.

Selain itu, pengobatan dan pemberian vitamin kepada ternak sapi pun terus dilakukan.

Tim yang dibentuk juga melaksanakan pengasapan untuk menjauhkan sapi dari kerumunan nyamuk.

Dari sisi peternak, Martha menyatakan peternak memasang kelambu di kandang sapinya bertujuan agar nyamuk tidak menyentuh tubuh sapi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Mimika Perkuat Pendampingan Lansia, 94 Nakes dan Kader Ikut Workshop Tujuh Dimensi
LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV
Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung
Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot
Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:13 WIT

Dinkes Mimika Perkuat Pendampingan Lansia, 94 Nakes dan Kader Ikut Workshop Tujuh Dimensi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIT

Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:27 WIT

Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:09 WIT

Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan

Berita Terbaru

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:29 WIT

Dinas Lingkungan Hidup bersama PT Freeport Indonesia melakukan pembersihan sungai yang di penuhi sampah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Freeport

DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:15 WIT