MIMIKA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan bagi seluruh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas se-Kabupaten Mimika.
Agenda krusial yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (22/5/2026), ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs.
Pertemuan ini bertujuan memetakan kebutuhan fasilitas kesehatan secara presisi agar pengadaan barang ke depan tepat sasaran dan efisien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan hari ini merupakan satu kegiatan yang sangat penting terkait dengan bagaimana itu merencanakan, terus, ya merencanakan alat-alat kesehatan yang terkait dengan pelayanan yang ada di puskesmas,” ujar Godfried usai membuka acara.
Godfried menekankan bahwa perencanaan logistik medis tidak boleh berjalan sendiri. Dinkes Mimika menyoroti kerap terjadinya ketimpangan di mana peralatan medis mutakhir telah diadakan, namun tidak bisa dioperasikan secara maksimal akibat minimnya kesiapan tenaga medis di lapangan.
“Nah, kegiatan hari ini juga itu sangat baik karena kita tidak bisa hanya merencanakan alat tanpa menyiapkan SDM. Terkadang itu kita mengadakan peralatan, betul bahwa puskesmas butuh itu, tetapi SDM belum siap. Nah, sehingga dengan kegiatan hari ini diharapkan bahwa apa yang sudah berjalan selama ini bisa menghasilkan hasil yang baik,” kata Godfried.
Melalui pembinaan ini, Dinkes Mimika membidik tiga poin utama evaluasi. “Pertama, terkait dengan pengadaan peralatan yang direncanakan, terus yang kedua itu terkait dengan perawatan peralatan, yang ketiga terkait dengan SDM, ketersediaan SDM di dalam faskes. Itu saja intinya,” tambahnya.
Pelatihan ini secara khusus menyasar para ujung tombak data di puskesmas dalam hal ini penanggungjawab Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) yang merupakan sistem digital terintegrasi yang digunakan kementerian untuk memantau kelayakan fasilitas kesehatan di daerah.
Menurut Godfried, pemetaan ulang ini mendesak dilakukan karena adanya pemutakhiran sistem pada dasbor digital aplikasi tersebut yang wajib dikuasai oleh para penanggung jawab di tiap puskesmas.
“Selama ini berjalan baik, tetapi ada apa namanya, item-item yang harus diperbarui, misalnya saja itu ada dashboard yang di dalam aplikasi yang harus diperbaharui, yang sudah diperbaharui dan teman-teman PJ ASPAK ini harus mengikuti itu,” jelasnya.
Sistem pelaporan yang valid dan terkini dipastikan menjadi penentu kebijakan anggaran dan distribusi logistik medis Mimika ke depan.
“Karena apa yang mereka laporkan itu terbaca di Dinas Kesehatan terus terbaca juga di kementerian. Nah, terkait dengan apa yang mereka laporkan, terus apa yang mereka rencanakan, itu menjadi panduan bagi Dinas Kesehatan untuk pengadaan alkes selanjutnya. Oke,” pungkas Godfried.






















