YAHUKIMO – Aparat gabungan TNI-Polri dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, berhasil menewaskan dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari kelompok Kopi Tua Heluka dan kelompok Yotam Bugiangge, Kamis (11/4/2024).
Informasi yang dihimpun Galeripapua.com, operasi penyisiran dan penindakan dilakukan sekitar pukul 01.40 WIT di area Kali WO, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan dengan target awal seorang anggota KKB Asbak Kuranue.
Setelah melakukan penindakan, dua anggota KKB atas nama Afrika Heluka dan Toni Wetapo alias Toni Giban dinyatakan tewas. Afrika Heluka tewas di lokasi penindakan, sementara Toni Giban meninggal dunia di RSUD Dekai.
Kaops Damai Cartenz 2024, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Afrika Heluka merupakan anggota KKB aktif kelompok Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.
“Sedangkan Toni Giban termasuk bagian dari kelompok KKB pimpinan Yotam Gwijangge,” jelas Faizal.
Lebih lanjut Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, menjelaskan bahwa selain keduanya, terdapat enam orang lainnya yang ikut ditahan dari lokasi penindakan karena diduga juga merupakan anggota KKB aktif.
Untuk saat ini, kata Bayu, keenam orang tersebut telah diamankan di Posko Operasi Damai Cartenz wilayah Yahukimo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti di TKP penindakan antara lain 5 buah parang, 1 pucuk senapan angin, 2 buah busur panah, 1 bilah pisau dengan gagang berwarna merah, 1 bilah samurai dengan sarung terbuat dari kayu berwarna merah, 1 bilah pisau dan HP berbagi jenis serta aksesoris lainya yang bermotif bintang kejora,” ungkapnya.
Bayu menegaskan, penindakan tersebut merupakan peringatan keras kepada KKB agar menghentikan tindakan-tindakan gangguan keamanan di Tanah Papua.
“Tindakan Satgas Damai Cartenz ini memberikan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan dalam hal ini KKB bahwa tindakan mereka tidak akan ditoleransi dan akan dihadapi dengan tindakan hukum yang tegas,” pungkas Bayu.










