Bentrok di Nduga Akibat Pemilu Kembali Pecah, 3 Orang Meninggal Dunia

Endy Langobelen

Rabu, 3 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang korban digotong usai diserang oleh kelompok yang bertikai di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

Seorang korban digotong usai diserang oleh kelompok yang bertikai di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

NDUGA – Bentrokan antar kelompok akibat Pemilu 2024 kembali pecah di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dikonfirmasi pada Rabu (3/7/2024) pagi, menyampaikan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (2/7/2024) sekitar pukul 11.45 WIT.

Kedua kelompok tersebut, kata Benny, melakukan aksi saling serang di depan rumah Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak berselang lama terdapat dua orang masyarakat pendatang dievakuasi setelah mendapatkan penyerangan dari kubu yang sedang bertikai,” terang Benny.

Baca Juga :  Bentrok Pecah Lagi di Kwamki Narama Mimika, Satu Orang Meninggal Dunia

Benny mengungkapkan, kedua korban itu atas nana Marianus Gery (63 tahun) dan Abraham Runga (51 tahun). Keduanya dipastikan meninggal dunia.

Dikatakan, korban Marianus Gery yang merupakan seorang pendeta mengalami luka bacok di leher dan putus jari. Marianus meninggal dunia di lokasi pertikaian.

Sementara korban Abraham Runga mengalami luka bacok di kepala dan meninggal dunia saat dirawat di RSUD Nduga.

“Saat ditelusuri kembali oleh tim, terdapat 1 orang dalam keadaan meninggal dunia yang kini identitas dan penyebabnya masih diselidiki oleh Polres Nduga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Polisi Segera Olah TKP Pengrusakan Kantor Maxim Timika

Benny menjelaskan, bentrokan tersebut berkaitan dengan persoalan pembagian suara pada Pemilu 2024 lalu yang mana hingga kini masih terjadi pertikaian antar kelompok.

“Masih rentetan masalah pertikaian Pemilu,” tuturnya.

Di samping itu, Kapolres Nduga, AKBP V.J Parapaga, mengatakan personelnya telah menyita beberapa peralatan seperti alat perang busur dan panah dari kedua kelompok.

“Saat ini, sejumlah personel disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kembali bentrokan dari kedua kelompok masyarakat tersebut,” tutur Kapolres Nduga.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

11 Tahanan Konflik Kwamki Narama Dibebaskan, Jadi Duta Keamanan
Kapolda Papua Tengah Perintahkan Alat Berat Ilegal Angkat Kaki dari Kapiraya
Pengamanan Diperketat Jelang Kunjungan Tim Harmonisasi ke Kapiraya
TNI Buka Suara Soal Penyerangan Pos di Nabire, Tegaskan Bukan Pos Militer
Satgas Ops Damai Cartenz Amankan 28 Orang di Yahukimo, 9 Jadi Tersangka
Polisi Selidiki Kasus Siswa Magang Dianiaya Pakai Palu di Mimika
Toko Emas Tutup Picu Kericuhan di Timika, Polisi Kendalikan Situasi
Operasi Perbatasan Berbuah Hasil, Koops Swasembada Musnahkan Senjata OPM

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:16 WIT

11 Tahanan Konflik Kwamki Narama Dibebaskan, Jadi Duta Keamanan

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:06 WIT

Kapolda Papua Tengah Perintahkan Alat Berat Ilegal Angkat Kaki dari Kapiraya

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:01 WIT

Pengamanan Diperketat Jelang Kunjungan Tim Harmonisasi ke Kapiraya

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:58 WIT

TNI Buka Suara Soal Penyerangan Pos di Nabire, Tegaskan Bukan Pos Militer

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:42 WIT

Satgas Ops Damai Cartenz Amankan 28 Orang di Yahukimo, 9 Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Armada kantor Pencarian dan Pertolongan Timika bertolak dari Muara Poumako Timika menuju ke lokasi yang dituju guna melakukan pencarian, Kamis (26/2/2026). (Foto: SAR Timika)

Peristiwa

Wanita Paruh Baya Dilaporkan Hilang Diterkam Buaya di Mimika

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:38 WIT