MIMIKA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika menolak meloloskan begitu saja laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2025. Legislatif bersiap membongkar akar masalah pengendapan sisa anggaran yang dinilai merugikan masyarakat secara langsung.
Sikap itu ditegaskan dalam Rapat Paripurna I Masa Sidang II DPRK Mimika, Selasa, 28 Juli 2026, yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban 2025 dan Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.
Realisasi belanja daerah Mimika hanya mencapai Rp5,58 triliun atau 82,15 persen dari total anggaran. Sisa yang tidak terserap terutama dari pos belanja modal infrastruktur jalan dan jembatan menjadi sorotan utama dewan. DPRK menilai angka itu bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan lemahnya eksekusi program pembangunan yang langsung berdampak pada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau menyatakan sidang ini menjadi ajang penting untuk mempertegas akuntabilitas publik. “Sidang ini menjadi penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, meningkatkan akuntabilitas publik, dan memastikan pembangunan Mimika berjalan efektif demi kesejahteraan masyarakat di tanah Amungsa Bumi Kamoro,” kata Primus.
Rapat yang dipimpin Primus bersama Wakil Ketua I Asri Akkas dan Wakil Ketua II Ester Tsenawatme itu dihadiri 30 anggota dewan, jajaran Forkopimda, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah. DPRK memastikan fungsi pengawasan dan penganggaran akan dikerahkan penuh dalam pembahasan lanjutan bersama fraksi-fraksi.
Dari sisi eksekutif, Wakil Bupati Emanuel Kemong mengakui adanya hambatan teknis pada pos belanja modal. Ia menyebut transisi kepemimpinan daerah, penyesuaian regulasi nasional, dan kondisi geografis sebagai faktor penghambat. Pemerintah daerah berjanji memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa untuk mencegah pengulangan masalah yang sama.
Dokumen LKPJ dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 kini resmi berada di tangan legislatif. Pemandangan umum fraksi-fraksi dijadwalkan sebagai tahap pembahasan berikutnya.






