Gara-gara TPP Puskesmas Atuka Dipalang, Begini Respon Bupati Mimika

Ahmad

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan mengenai adanya kejadian pemalangan Puskesmas Atuka, di Distrik Mimika Tengah.

Seperti diketahui bahwa sejumlah petugas kesehatan di Distrik Mimika Tengah melakukan aksi pemalangan terhadap Puskesmas di Kampung Atuka. Aksi ini terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Berdasarkan informasi bahwa tindakan ini merupakan bentuk kekesalan dann protes para petugas terhadap pimpinan Puskesmas yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para petugas juga protes mengenai program Puskesmas yang dianggap tidak melibatkan Orang Asli Papua (OAP). Petugas juga menuntut kejelasan terkait pemotongan TPP.

Menurut petugas, mereka telah menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat dalam hal ini kesehatan.

Baca Juga :  Hari Kedua Forum Strategis Papua Fokus Matangkan Langkah Teknis dan 12 Poin Komitmen Timika

Para Petugas juga meminta agar Sekretariat Puskesmas yang berada di wilaya Kota Timika harus ditiadakan.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut agar speedboat Puskesmas harus berada di tempat. 

Mereka pun meminta Bupati, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan segera mengganti Kepala Puskesmas Atuka. 

Menanggapi persoalan ini, Bupati Mimika, Johannes Rettob, pun angkat bicara. Menurut Johannes, bahwa terkait pemotongan TPP saat ini mengacu pada Perbub nomor 7 tahun 2024.

Perbup yang mengatur tentang kedisiplinan ASN itu juga mencakup sanksi pemotongan TPP bagi ASN yang melanggar, seperti tidak hadir tanpa keterangan atau tidak mengikuti apel. 

Baca Juga :  Polres Mimika Selidiki Dua Kasus Dugaan Pembunuhan, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

“Jadi sebenarnya begini, prinsipnya kita pemerintah ini, kita kan harus membayar pegawai sesuai kinerjanya juga TPP,” kata Bupati Johannes saat ditemui, Kamis (16/10/2025).

“Ini kita masih mengikuti Perbub yang lama, masuk tidaknya itu semua itu dipotong sesuai presentase yang ada di dalam Peraturan Bupati,” lanjutnya.

Bupati Johannes bilang, pemotongan TPP bisa saja terjadi karena kinerja pegawai yang bersangkutan.

Oleh karena itu, ia pun meminta para petugas agar dapat mengintrospeksi diri dan menunjukkan kinerja.

“Kalau pegawai-pegawai masih juga menuntut hal-hal yang seperti itu tetapi tidak pernah menunjukkan kinerjanya, kami akan mengevaluasi pegawai tersebut. Itu prinsipnya sebenarnya,”

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru