Kepala Suku Besar Mee Ajak Warga Tahan Diri, Proses Tapal Batas Masih Berjalan

Ahmad

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa saat ditemui, Rabu (18/2/2026) malam. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa saat ditemui, Rabu (18/2/2026) malam. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Penyelesaian tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee di wilayah Kapiraya terus berproses. Di tengah dinamika yang berkembang, Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.

Ia menegaskan, berbagai langkah tengah ditempuh, baik di level pemerintah maupun para pemangku adat, guna memastikan penyelesaian persoalan berjalan sesuai mekanisme dan tetap menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Saya sebagai kepala suku besar Mee Provinsi Papua Tengah menyampaikan kepada seluruh elemen, seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, maupun lainnya mari kita bersatu memperjuangkan percepatan penyelesaian permasalahan ini. Ini yang kami harapkan,” ungkap Melkias saat ditemui, Rabu malam (18/2/2026).

Menurutnya, masyarakat adat, khususnya Suku Mee, perlu menahan diri sembari mempercayakan proses yang saat ini sedang diupayakan oleh pemerintah bersama para tokoh adat.

“Untuk masyarakat harus menahan diri, tidak boleh mendengar isu-isu, atau ada provokator yang sementara berkembang, dinamika yang sementara berkembang di media dan lain-lain. Harus menahan diri supaya persoalan ini harus benar-benar kita ciptakan daerah ini aman, damai dan sentosa,” imbuhnya.

Selama berada di Mimika, Melkias mengaku telah melakukan koordinasi dengan berbagai elemen, mulai dari tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga sejumlah pengurus lembaga masyarakat adat (LMA).

Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kesamaan persepsi dan memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan.

Ia juga menyinggung hasil rapat koordinasi penyelesaian tapal batas yang sebelumnya ditengahi Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama tiga kabupaten, yakni Mimika, Deiyai, dan Dogiyai.

Baca Juga :  Didesain Umat Kristen, Ini Makna Logo MTQ XXX Se-Papua

Dari pertemuan itu, disepakati sejumlah langkah lanjutan, termasuk pembentukan tim oleh masing-masing kabupaten untuk mempercepat proses penyelesaian.

Sebagai kepala suku besar, Melkias menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal proses tersebut hingga tuntas, dengan tetap melibatkan masyarakat adat dari kedua suku sebagai pemilik hak ulayat.

“Marilah seluruh masyarakat harus bersabar, sesuai dengan tahapan dan jadwal sehingga daerah ini aman dan damai sehingga semua aktivitas bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersatu dalam satu pikiran, satu persepsi, dan satu tujuan demi menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya secara damai dan bermartabat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Kemanusiaan di Papua, RSP Desak Presiden Jalankan Rekomendasi DPD
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Bubarkan Sosialisasi PT ASI di Sorong Selatan
Masyarakat Adat Papua Tolak Alih Status 486 Ribu Hektar Hutan di Papua Selatan
Yoakim Mujizau Kecam Penembakan Pilot di Boven Digoel: Itu Tindakan Tidak Manusiawi
LBH Papua Merauke Desak Presiden Terima Sikap PGI dan Hentikan PSN
Dari Merauke, PGI Tegas Menolak PSN dan Militerisasi di Papua Selatan
Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:18 WIT

Kepala Suku Besar Mee Ajak Warga Tahan Diri, Proses Tapal Batas Masih Berjalan

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:53 WIT

Darurat Kemanusiaan di Papua, RSP Desak Presiden Jalankan Rekomendasi DPD

Senin, 16 Februari 2026 - 02:50 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Bubarkan Sosialisasi PT ASI di Sorong Selatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:10 WIT

Masyarakat Adat Papua Tolak Alih Status 486 Ribu Hektar Hutan di Papua Selatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:21 WIT

Yoakim Mujizau Kecam Penembakan Pilot di Boven Digoel: Itu Tindakan Tidak Manusiawi

Berita Terbaru

Aparat keamanan mendatangi RSUD untuk menjenguk korban. (Foto: Satgas Humas ODC)

Peristiwa

Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo

Rabu, 18 Feb 2026 - 21:29 WIT