PUNCAK – Kepala Suku Besar Dani Kabupaten Puncak, Yohan Dewelek, mengajak masyarakat Kampung Paluga, Distrik Ilaga Utara, untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban sebagai fondasi bagi keberlangsungan pendidikan, pembangunan, serta percepatan pemekaran kampung.
Ajakan tersebut disampaikan Yohan saat menggelar kegiatan bakar batu dan sosialisasi bersama masyarakat di Kampung Paluga, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan itu menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus menyampaikan berbagai pesan penting terkait kondisi keamanan dan arah pembangunan di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Yohan menegaskan bahwa situasi di Kampung Paluga saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif.
Ia menyebut kondisi itu harus dipertahankan agar aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan ibadah, dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Sekarang Paluga aman, gereja aman, sekolah aman, masyarakat aman. Kita harus menjaga kondisi ini supaya anak-anak dapat bersekolah dengan baik dan memiliki masa depan. Mereka nantinya bisa menjadi guru, pegawai, dan dapat berbicara untuk kepentingan Paluga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, saat ini tidak terdapat keberadaan KSTP di wilayah Kampung Paluga.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang dapat memicu keresahan.
“Jangan sampai ada informasi yang membuat masyarakat takut. Kita harus bersama-sama menjaga keamanan karena kalau wilayah aman, anak-anak bisa sekolah dan pembangunan bisa berjalan,” katanya.
Selain menyoroti pentingnya keamanan, Yohan turut mengajak masyarakat mendukung rencana pemekaran kampung di Distrik Ilaga Utara.
“Pemekaran ini sudah pernah kita ajukan sejak pemerintahan Bupati Willem Wandik. Sekarang sudah masuk dalam daftar pemekaran, sehingga kita harus mendukung karena pemekaran ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat membuka peluang pekerjaan di kampung-kampung yang baru,” tuturnya.
Yohan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas daerah maupun menghambat proses pemekaran.
Menurutnya, penundaan pemekaran justru akan berdampak langsung terhadap masyarakat karena berpotensi menghambat pembangunan, pelayanan pemerintahan, dan terciptanya lapangan kerja.
“Jangan ada yang membuat kacau di Kabupaten Puncak sehingga pemekaran ini ditunda. Kalau ditunda, yang rugi adalah masyarakat sendiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan bakar batu dan sosialisasi tersebut, Yohan berharap masyarakat Kampung Paluga tetap menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban.
Ia optimistis situasi yang kondusif akan mendukung kelancaran pembangunan serta mewujudkan pemekaran kampung yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Ilaga Utara.







