KNPI Kota Jayapura dukung Muara Tami Jadi Dapil Tersendiri

Ikbal Asra

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua KNPI Kota Jayapura, Amat Tatroman.

Wakil Ketua KNPI Kota Jayapura, Amat Tatroman.

JAYAPURA – Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI Kota Jayapura mendukung Kecamatan Muara Tami ditetapkan sebagai daerah pemilihan tersendiri dalam pemilu legislatif. Organisasi kepemudaan itu menilai sistem dapil yang berlaku saat ini tidak memberi ruang yang cukup bagi masyarakat perbatasan untuk mendapat wakil rakyat yang memahami kondisi wilayah mereka.

Wakil Ketua KNPI Kota Jayapura, Amat Tatroman, menyebut Muara Tami memiliki karakteristik yang berbeda dari kecamatan lain di Kota Jayapura. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, kecamatan ini menghadapi persoalan yang tidak lazim ditemukan di wilayah perkotaan, mulai dari infrastruktur jalan yang belum merata, keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan, hingga tantangan pengelolaan kawasan perbatasan negara.

Baca Juga :  Motivasi Pendidikan di Papua: Tantangan, Harapan, dan Jalan Menuju Masa Depan 

“Berbagai persoalan seperti pembangunan jalan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan pertanian, perikanan, serta pengelolaan kawasan perbatasan dapat diperjuangkan secara lebih fokus,” kata Amat dalam keterangan tertulisnya kepada GaleriPapua, Sabtu, 25 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KNPI berargumen bahwa dengan dapil tersendiri, peluang masyarakat Muara Tami untuk memilih wakil yang benar-benar berasal dari wilayah itu akan lebih besar. Kedekatan geografis dan kultural antara pemilih dan calon legislatif, menurut mereka, akan mendorong akuntabilitas yang lebih nyata.

Baca Juga :  RDP dengan DPRK Mimika, Pemuda Mimika Bersatu Sampaikan 13 Tuntutan,

Muara Tami adalah kecamatan terluas di Kota Jayapura. Wilayah ini mencakup sejumlah kampung yang secara geografis terpencar dan sulit dijangkau, dengan keragaman masyarakat serta potensi sumber daya alam yang belum sepenuhnya dikelola.

Amat mengakui bahwa perubahan dapil harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Ia menyebut usulan ini perlu didukung data kependudukan yang kuat, kajian yang komprehensif, dan disampaikan melalui jalur resmi kepada KPU dan DPRD Kota Jayapura.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapper Cilik Nachyta Wakili Mimika di Expo Nasional Batam, Harap Dukungan Pemkab
Kepala Suku di Puncak Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Masa Depan Pendidikan Anak
Silaturahmi dan Penyaluran Sembako, Tokoh Adat Puncak Dukung Bupati Jaga Keamanan demi Pembangunan
Mahasiswa Papua Gelar Panggung Rakyat, Tolak PSN dan Militerisme
CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:36 WIT

KNPI Kota Jayapura dukung Muara Tami Jadi Dapil Tersendiri

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:28 WIT

Rapper Cilik Nachyta Wakili Mimika di Expo Nasional Batam, Harap Dukungan Pemkab

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:50 WIT

Kepala Suku di Puncak Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Masa Depan Pendidikan Anak

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:21 WIT

Silaturahmi dan Penyaluran Sembako, Tokoh Adat Puncak Dukung Bupati Jaga Keamanan demi Pembangunan

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:53 WIT

Mahasiswa Papua Gelar Panggung Rakyat, Tolak PSN dan Militerisme

Berita Terbaru