Unjuk Rasa di Mimika, Massa Tuntut Kuota CPNS 2024 Wajib untuk OAP

Ahmad

Selasa, 27 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa saat menggelar aksi terkait pembukaan CPNS di depan Kantor BKPSDM Kabupaten Mimika, Selasa (27/8/2024). (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

Massa saat menggelar aksi terkait pembukaan CPNS di depan Kantor BKPSDM Kabupaten Mimika, Selasa (27/8/2024). (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

MIMIKA – Aliansi yang mengatasnamakan Forum Peduli Pencaker Kabupaten Mimika menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mimika, Selasa (27/8/2024) siang.

Pantauan Galeripapua.com, aksi tersebut diterima langsung oleh Kepala BKPSDM Mimika, Evert L. Hindom, didampingi sejumlah staf dan aparat keamanan.

Di bawah terik matahari, Forum Peduli Pencaker Kabupaten Mimika membentangkan spanduk besar yang memuat 4 poin tuntutan yakni pertama, meminta agar kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) 100 persen diisi oleh orang asli Papua (OAP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, mereka meminta agar tes calon pegawai negeri sipil dilaksanakan secara offline. Hal ini dikarenakan keterbatasan SDM serta fasilitas perangkat komputer dan jaringan komunikasi di wilayah terpencil yang belum memadai.

Ketiga, tidak ada batasan usia. Mereka meminta agar batasan usia khusus untuk OAP ditiadakan.

Keempat, meminta perlakuan khusus dalam tes CPNS bagi OAP mulai sekarang sampai dengan seterusnya.

Selain spanduk, ada beberapa orang yang juga memegang kertas manila berwarna putih. Di dalamnya, bertuliskan “Perlakuan khusus untuk OAP dalam tes CPNS mulai dari sekarang dan seterusnya” dan “Kami minta perpanjangan waktu CPNS karena kami tidak paham secara online”.

Baca Juga :  Polres Mimika Musnahkan Barang Bukti Ganja Senilai Rp600 juta

Ada juga kertas lainnya yang bertuliskan, “Tes CPNS 100 persen harus untuk OAP. Tes CPNS harus dilakukan secara offline. Perpanjangan waktu seleksi pemberkasan. Jangan ada batas usia”.

Koordinator Lapangan (Koorlap) Aksi, Yoben Magai, pun memulai orasinya dengan memaparkan hal yang sama.

“Aspirasi pertama kita, Tes CPNS Formasi 2024 harus 100 persen Orang Asli Papua, tidak ada lagi kuota 20 persen – 80 persen. Kuota itu aturan Jakarta, harus ada kebijakan khusus dari kabupaten, harus ada kebijakan khusus,” teriak Yoben dengan suara nyaring.

Yoben mengatakan, melalui Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus), negara memberikan kebijakan kepada masing-masing daerah agar dapat menentukan nasib rakyatnya sendiri sebagaimana yang diamanatkan.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika di Papua khususnya Kabupaten Mimika, Undang-Undang Otsus dapat dijalankan dengan sebenar-benarnya.

Yoben juga meminta agar pemerintah dapat transparan dalam pelaksanaan penerimaan CPNS formasi tahun 2024 khusus bagi OAP.

“Tidak ada tawar menawar, harus 100 persen semuanya OAP,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Mimika, Evert L. Hindom, di hadapan demonstran menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengawal aspirasi dari Forum Peduli Pencaker Kabupaten Mimika itu.

Ia menyebut, apa yang telah disampaikan sama seperti yang telah disampaikan dalam aksi yang digelar di Nabire, Papua Tengah beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bawaslu Hentikan Penyelidikan Dugaan Kasus Politik Uang di Mimika

Oleh karena itu, segala aspirasi yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti kepada pimpinan daerah.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini, Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah juga sedang memperjuangkan hal yang sama untuk memberikan jaminan atas hak-hak OAP.

“MRP Papua Tengah sudah menyampaikan itu ke pimpinan yang lebih tinggi. Dan hari ini, adik-adik datang kepada pemerintah, kami akan menindaklanjuti itu kepada MRP,” kata Evert.

“Yang jelas kami dari BKPSDM siap untuk membantu adik-adik baik dalam proses penginputan ataupun pengisian formasi dalam pengisian link. Kami sudah sepakat untuk membantu,” tambahnya.

Evert menyebut, formasi yang ada saat ini ditentukan oleh Pemerintah Pusat untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daeah secara berjenjang.

Untuk mengubah suatu kebijakan, maka tentu membutuhkan proses. Apalagi, MRP Provinsi Papua Tengah kini juga sedang menyuarakan hal yang sama di tingkat Pemerintah Pusat.

“Ketika MRP mendapat jawaban dari Pemerintah Pusat, otomatis kami yang di bawah (daerah) ini akan mengikuti itu. Kalau memang hari ini offline, kami siap untuk offline,” tutup Evert.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terbaru

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT