Home / DPR / Utama

Etikabilitas dan Intelektualitas Lebih Penting dari Survei Elektabilitas yang Bisa Disogok

Endy Langobelen

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rocky Gerung membawakan kuliah umum di pelataran Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Jumat (21/11/2024). (Foto: Istimewa/Febri)

Rocky Gerung membawakan kuliah umum di pelataran Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Jumat (21/11/2024). (Foto: Istimewa/Febri)

MIMIKA – Mendekati masa pencoblosan kepala daerah, pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung, menekankan kepada masyarakat untuk tidak dipengaruhi oleh survei-survei terkait elektabilitas pasangan calon (paslon) kepala daerah.

Menurutnya yang paling penting dalam memilih sosok pemimpin adalah dengan melihat serta menilai bagaimana etikabilitas dan intelektualitas dari tokoh tersebut.

“Kalau kita ikut Pilpres atau Pilkada, biasanya yang dipamerkan di forum-forum itu, di koran-koran, adalah elektabilitas calon, karena hasil lembaga survei. Padahal lembaga surveinya bisa disogok,” ujarnya saat membawakan kuliah umum di pelataran Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Rabu (20/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harusnya kalangan kampus bikin aturan baru — yang lebih utama adalah bukan elektabilitas tetapi etikabilitas, ethicability, atau moralitas dalam bahasa agama,” imbuhnya.

Dijelaskan bahwa di dalam etikabilitas, masyarakat akan menguji paslon tersebut, apakah paslon itu bersih dari tindakan korupsi? Sanggupkah paslon menyapa rakyat miskin? Atau apakah paslon itu mengerti tentang kesulitan masyarakat saat ini dalam berbelanja akibat kenaikan harga bahan pokok?

Baca Juga :  Beredar Link Pendaftaran CPNS di Mimika, BKPSDM: Itu Hoaks

“Jadi, kita periksa dulu kemampuan etisnya dia nomor satu, baru kita periksa lagi kemampuan intelektual dia nomor dua. Karena politik harus menghasilkan kemampuan berpikir rasional dan konseptual,” tandasnya.

“Ini bukan soal siapa punya ijazah tinggi, (tapi) siapa yang mampu untuk memikirkan dengan otak yang bersih tentang keadilan. Itu namanya intelektualitas, baru nomor tiga elektabilitas. Ini kita izinkan setiap calon, oke silakan, survei elektabilitasmu berapa? Elektabilitas 100 persen. Oh iya, tapi intelektualmu itu minus dua, noralitas minus 12,” tambahnya.

Kepala Direktur Tumbuh Institute itu menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mengizinkan seseorang mengatur kehidupan politik jika kapasitas inteleknya terbatas dan kapasitas etiknya nol.

Bagi Rocky panggung politik adalah milik orang-orang yang berpikir dan mengutamakan etika. Jauh setelah itu barulah soal elektabilitas.

Baca Juga :  Maximus Tipagau Serap Aspirasi Pedagang di Pasar Sentral Timika

“Kan kita lihat baliho ada di mana-mana di seluruh Indonesia, wajahnya sama semua tu. Tapi kita tidak pernah mengukur sebesar itu kah isi kepala mereka. Jadi, politik adalah percakapan intelektual, itu intinya,” tutur Rocky.

Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada masyarakat agar terus menguji setiap paslon dalam kapasitas etika dan pikiran. Dengan begitu, opini publik akan terbentuk dan politik busuk yang sekadar meraih kekuasaan tanpa memikirkan hak dasar masyarakat akan dihentikan.

Sebagai informasi, kuliah umum yang dibawakan oleh filsuf kondang ini merupakan kerja sama antara Melek Politik dan Tumbuh Institut.

Kuliah umum itu bertajuk “Berdamai dengan Politik Menuju Pemuda yang Paripurna”. Adapun materi yang disampaikan yakni tentang persoalan politik, keadilan, lingkungan, dan perdamaian.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV
MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot
Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Dorong Kampung Nelayan Merah Putih di Poumako Mimika, John Gobay Soroti Krisis BBM
Dermaga Sipu-Sipu Kembali Dibahas, DPRP Dorong Kapal Perintis Aktif Lagi
Mandenas Tekankan Pengawasan WNA di Timika, Dorong Kanwil Imigrasi Papua Tengah
Mandenas–Kapolda Sidak Bulog Timika, Pastikan Stok Aman dan Distribusi ke Pegunungan Dipercepat

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIT

Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:41 WIT

MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:52 WIT

Dorong Kampung Nelayan Merah Putih di Poumako Mimika, John Gobay Soroti Krisis BBM

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT