Konflik Kwamki Narama Berlarut, Bupati Mimika Tegaskan Hukum Positif Tak Boleh Kalah

Ahmad

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan tidak akan tinggal diam menyikapi konflik berkepanjangan antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Papua Tengah.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan negara hadir dan langkah penegakan hukum menjadi prioritas utama dalam penyelesaian konflik tersebut.

Bupati Johannes Rettob mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menangani situasi keamanan yang terus memanas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang jelas bahwa persoalan Kwamki Narama itu, hari ini, saya akan rapat koordinasi. Forkopimda sudah datang semua. Dan ini tugas kita untuk melaksanakan ini,” kata Bupati John saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (5/1/2026).

Ia menyebutkan, aparat keamanan saat ini telah berada di lokasi konflik dan bersiap mengambil langkah-langkah tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Dan saat ini, di Kwamki Narama sudah dilaksanakan swiping dan lain-lain terkait yang dilaksanakan oleh TNI-Polri,” ujarnya.

Baca Juga :  Eltinus Omaleng Resmi Diberhentikan dari Jabatan Bupati Mimika

Menurut Johannes, koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Bahkan, rapat tertutup bersama Forkopimda telah digelar sejak Minggu (4/1/2026) hingga Senin dini hari untuk membahas langkah lanjutan penanganan konflik.

“Kita koordinasi terus. Dan hari ini langsung kita gelar pasukan. Tadi pagi sudah digelar pasukan. Semua sudah jalan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mimika menegaskan bahwa konflik tersebut sejatinya dapat diselesaikan apabila semua pihak tunduk pada aturan hukum yang berlaku.

“Hari ini saya finalisasi dengan teman-teman Forkopimda di sini. Jadi, sebenarnya itu masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan. Tapi intinya prinsipnya, hukum positif tidak boleh kalah dengan hukum adat. Itu yang harus kita tegakkan duluan,” sambung Johannes.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah daerah juga berencana menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menangani konflik internal antarwarga.

Menurut Johannes, rencana tersebut telah dikomunikasikan dengan Gubernur Papua Tengah.

“Saya sudah komunikasi juga dengan Gubernur. Peraturan Daerah tentang konflik-konflik internal yang terjadi seperti ini. Gimana kita harus konflik, kita harus diutamakan hukum positif. Jadi, tidak ada cerita,” tutupnya.

Baca Juga :  Seorang Remaja Ditemukan Tewas di Sekitaran SP12 Mimika

Seperti diketahui, konflik antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama telah berlangsung selama sekitar tiga bulan.

Bentrokan yang melibatkan kelompok Newegalen dan kelompok Dang itu dipicu oleh kasus perselingkuhan yang terjadi pada akhir Oktober 2025.

Berbagai upaya penegakan hukum dan pendekatan persuasif telah dilakukan aparat keamanan, termasuk keterlibatan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papara bersama Forkopimda Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, dan Provinsi Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa juga sempat turun langsung ke lokasi konflik didampingi Forkopimda untuk mempertemukan kedua belah pihak. Namun, seluruh upaya perdamaian tersebut belum membuahkan hasil.

Hingga kini, konflik masih terus berlanjut dengan jumlah korban jiwa mencapai 10 orang, masing-masing lima korban dari kubu Dang dan lima korban dari kubu Newegalen.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertijab Direktur RSUD Mimika: Tongkat Estafet Berpindah, Tantangan Baru Menanti
Paskah 2026, Menteri Agama Ajak Umat Doakan Bangsa
WFH Tiap Jumat, Papua Tengah Genjot Birokrasi Digital dan Efisiensi Anggaran
Soal WFH, Bupati Mimika Tunggu Arahan Gubernur
Bappeda Mimika Soroti Otsus Belum Tepat Sasaran, Fokus Benahi Pendidikan dan Pengawasan
Fasilitas Air Bersih di Pesisir Mimika Banyak Rusak, Pengelolaan Diubah
Musrenbang RKPD, Bupati Mimika: Sektor Pendidikan jadi Prioritas Utama
Bupati Mimika: Kenaikan Biaya Perjalanan Dinas ASN Masih Sekadar Wacana

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 22:30 WIT

Sertijab Direktur RSUD Mimika: Tongkat Estafet Berpindah, Tantangan Baru Menanti

Minggu, 5 April 2026 - 04:34 WIT

Paskah 2026, Menteri Agama Ajak Umat Doakan Bangsa

Jumat, 3 April 2026 - 23:05 WIT

WFH Tiap Jumat, Papua Tengah Genjot Birokrasi Digital dan Efisiensi Anggaran

Kamis, 2 April 2026 - 06:31 WIT

Soal WFH, Bupati Mimika Tunggu Arahan Gubernur

Rabu, 1 April 2026 - 03:28 WIT

Bappeda Mimika Soroti Otsus Belum Tepat Sasaran, Fokus Benahi Pendidikan dan Pengawasan

Berita Terbaru

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, memberikan penghormatan terakhir kepada korban insiden tambang bawah tanah melalui peletakan karangan bunga di site DMLZ, Mimika, Selasa (7/4/2026). Tragedi September 2025 menjadi titik balik perusahaan dalam memperketat protokol keselamatan kerja. (Foto: Dokumen PTFI)

Freeport

Refleksi 59 Tahun Freeport Indonesia Menuju Pemulihan

Kamis, 9 Apr 2026 - 01:09 WIT