LMA-Tsingwarop Mulai Pertahankan Adat dan Kearifan Lokalnya yang Diterpa Zaman

Ahmad

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat adat dari Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop tengah mengikuti sosialisasi di salah satu ruangan di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (4/7/2024). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Masyarakat adat dari Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop tengah mengikuti sosialisasi di salah satu ruangan di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (4/7/2024). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Lembaga Masyarakat Adat Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop (LMA-Tsingwarop) kini dihadapkan dengan sederetan masalah serius dalam mempertahankan hak-haknya sebagai masyarakat adat, kearifan lokalnya, serta sumber daya alam di wilayah pegunungan Kabupaten Mimika.

Bagi masyarakat dari tiga kampung itu, nilai-nilai adat menjadi hal yang sangat krusial untuk dijaga dari berbagai kepentingan.

Mereka ingin nilai-nilai adat tetap dilestarikan agar tidak tergerus lantaran diterpa ancaman demi ancaman secara berkala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal-hal di atas akhirnya menggerakkan kaum intelektual serta para tokoh yang tergabung dalam LMA-Tsingwarop mulai berdiri kokoh untuk mempertahankannya.

Baca Juga :  Ratusan Mobil Hias Padati Timika, Napi Rutan Kabur Dikejar Petugas

Ketua LMA-Tsingwarop, Litinus Niwilingame, mengatakan bahwa LMA-Tsingwarop saat ini tengah menyiapkan strategi, baik secara internal maupun eksternal guna menyikapi banyak hal yang terjadi di wilayah Tsingwarop.

“Karena tentunya semakin daerah itu berkembang, maka semakin berkembang pula kepentingan perusahaan di tengah perkembangan zaman. Tentunya ada hal-hal positif, tapi hal-hal negatif juga semakin besar,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan sosialisasi LMA-Tsingwarop di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (4/7/2024).

Kedepan, kata Litinus, pihaknya akan membangun kerja sama dengan semua pihak, baik pemerintah, PT Freeport Indonesia, hingga stakeholder lainnya.

Baca Juga :  Jelang HUT RI ke-78, Ratusan Regu Ramaikan Lomba Gerak Jalan di Mimika

“Tidak hanya melihat orientasinya (uang-red) tapi nilai-nilai adat kami perlu untuk dipertahankan di tengah ancaman yang begitu hebat ini,” ungkapnya.

Litinus melanjutkan, semua unsur yang terlibat dalam kelembagaan LMA-Tsingwarop akan terus berkolaborasi guna melahirkan ide-ide untuk mempertahankan serta menyelamatkan tatanan hidup masyarakat Tsingwarop.

“Kami punya tujuan besar adalah di tengah-tengah ancaman itu, sebagai masyarakat adat yang memiliki nilai adat, tetap dapat berdiri kokoh, eksis, dan mempertahankan nilai adat kami,” pungkasnya.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani
Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
500 Siswa Warnai HUT RI di Mimika dengan Tari Kolosal Amungme dan Kamoro
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:32 WIT

Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:09 WIT

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIT

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Berita Terbaru

Kebakaran hutan terjadi di kawasan pegunungan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Facebook Anak Tambang Papua)

Peristiwa

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:19 WIT