MIMIKA — Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan komitmen negara dalam memperkuat pertahanan serta meningkatkan kesejahteraan prajurit yang bertugas di wilayah Papua.
Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (2/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menhan meresmikan Baseops dan Mess Crew Lanud Yohanis Kapiyau, meresmikan Marshalling Area Jenderal Besar A.H. Nasution di Yonif 754/ENK, serta menghadiri kegiatan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) bagi 115 prajurit Satgas di bawah jajaran Koops TNI Habema.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menhan tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 16.14 WIT menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737 A-7308 bersama rombongan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, serta unsur terkait lainnya.
Setibanya di Timika, Menhan langsung menuju Lanud Yohanis Kapiyau untuk meresmikan fasilitas base operations dan mess kru yang dinilai strategis dalam mendukung operasional pertahanan udara di wilayah Papua Tengah.
Usai peresmian, Menhan bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan rombongan melanjutkan agenda ke Markas Yonif 754/ENK.
Di lokasi tersebut, Menhan menyaksikan prosesi KPLB yang ditandai dengan penyematan tanda pangkat oleh Panglima TNI kepada prajurit Satgas Koops TNI Habema.
Dalam sambutannya, Menhan menekankan bahwa penghargaan kepada prajurit bukan sekadar simbol, melainkan bentuk nyata pengakuan negara atas pengorbanan mereka.
“Mereka yang berkeringat dan berkorban untuk bangsa dan negara harus diberikan penghargaan yang layak. Panglima jangan ragu-ragu. Ini adalah tantangan pimpinan untuk terus memberi perhatian, semangat, dan kemampuan kepada prajurit di medan operasi,” tegas Menhan.
Menhan juga menyoroti pentingnya kesejahteraan keluarga prajurit sebagai bagian tak terpisahkan dari penghargaan atas pengabdian.
Menurutnya, setiap tugas memiliki risiko, namun di dalamnya juga terdapat prestasi yang harus diakui negara.
Lebih lanjut, Menhan menyampaikan bahwa pemerintah akan terus menyempurnakan sistem komando operasi di Papua, dengan memperkuat kapasitas teritorial, tempur, intelijen, dan administrasi.
Ia menegaskan dukungan penuh Kementerian Pertahanan terhadap kebijakan nasional Presiden RI dalam membangun pertahanan yang kuat di Papua, khususnya pada tahun 2026.
“Ada perubahan taktik dan teknik seiring perkembangan teknologi. Kita tidak boleh kalah. Prajurit di Papua adalah prajurit dengan kemampuan individu terbaik dan harus terus kita dukung,” ujarnya.
Kegiatan di Yonif 754/ENK dilanjutkan dengan peresmian Marshalling Area Jenderal Besar A.H. Nasution, yang dilakukan langsung oleh Menhan bersama Panglima TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan menyampaikan pesan singkat namun tegas: “Hanya satu jawaban dalam berbakti, yaitu berhasil dalam tugas.”
Rangkaian kunjungan kerja di Mimika ditutup dengan ramah tamah bersama prajurit dan unsur pimpinan TNI. Menhan dan rombongan kemudian kembali ke Lanud Yohanis Kapiyau dan bertolak menuju Jakarta pada pukul 18.41 WIT. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Panglima TNI beserta rombongan dijadwalkan bermalam di Timika dan akan kembali ke Jakarta pada Sabtu (3/1/2026).









