MIMIKA – Polres Mimika melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden keributan yang berujung penyerangan terhadap aparat di Jalan Kesehatan Dalam, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Olah TKP yang dilaksanakan pada Senin (2/3/2026) itu dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono.
Dalam proses tersebut, penyidik merekonstruksi delapan adegan untuk mengurai rangkaian peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam (28/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan rekonstruksi, adegan pertama memperlihatkan momen saat personel kepolisian diserang menggunakan panah dan batu. Di lokasi ditemukan tiga anak panah yang diduga digunakan dalam penyerangan.
Adegan kedua menunjukkan posisi sekelompok pemuda yang diduga melakukan penyerangan, dengan jumlah diperkirakan sekitar 20 orang.
Selanjutnya pada adegan ketiga, tergambar respons personel Perintis yang mendatangi lokasi setelah menerima laporan keributan, namun kemudian diserang menggunakan batu.
Pada adegan keempat, penyidik memperagakan titik ditemukannya barang bukti di sekitar lokasi. Adegan kelima menunjukkan posisi tiga personel Polres Mimika yang terkena panah.
Dalam adegan keenam, pelaku digambarkan melakukan penyerangan menggunakan panah dan batu di area pertigaan lorong menuju SD YPPGI Meuewo.
Adegan ketujuh memperlihatkan mobil Perintis yang digunakan untuk memblokade jalan sebagai perlindungan.
Sementara adegan kedelapan kembali menggambarkan posisi pelaku saat melakukan penyerangan di sekitar pertigaan SD YPPGI Meuewo.
“Pelaksanaan olah TKP merupakan tindak lanjut atas insiden penyerangan terhadap anggota Polres Mimika yang saat itu melaksanakan respons cepat terhadap laporan keributan masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Mimika, IPTU Hempy Ona, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, tiga personel yang mengalami luka akibat panah masing-masing Bripka MA dengan luka pada jari tengah tangan kanan, Bripda WM dengan luka pada paha kanan dan siku tangan kanan, serta Bripda YS dengan luka pada kaki kiri bagian depan.
Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polres Mimika, AKP Anwar.
Dalam arahannya, seluruh personel diminta tetap siaga dan mengedepankan pengamanan perimeter guna memastikan proses olah TKP berjalan aman dan lancar.
Olah TKP melibatkan personel gabungan dari Sat Reskrim, Sat Samapta, Sat Intelkam, serta Sipropam Polres Mimika, dan didukung satu peleton Yon B Pelopor Satbrimobda Papua Tengah.
Selama kegiatan berlangsung, personel disiagakan untuk mengamankan area sepanjang Jalan Kesehatan Dalam Lorong Meuewo.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui penerangan jalan di lokasi kejadian masih minim sehingga jarak pandang pada malam hari terbatas.
Selain itu, tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang dapat membantu proses identifikasi pelaku.
“Polres Mimika mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya,” imbau Hempy.
Ia juga mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.









