Kapolda Papua Tengah Perintahkan Alat Berat Ilegal Angkat Kaki dari Kapiraya

Ahmad

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini, saat ditemui awak media di Mapolres Mimika, Kamis (26/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini, saat ditemui awak media di Mapolres Mimika, Kamis (26/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jeremias Rontini, dijadwalkan turun langsung ke Kapiraya, Jumat (27/2/2026) pagi, untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali sekaligus memediasi konflik sosial yang melibatkan Suku Mee dan Suku Kamoro.

Kunjungan ini menjadi langkah tegas kepolisian dalam merespons memanasnya ketegangan di wilayah tersebut, yang dipicu aktivitas alat berat diduga ilegal.

Sebelum bertolak ke lokasi, Kapolda menegaskan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menarik seluruh alat berat dari area Kapiraya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan alat berat itu disebut sebagai pemicu utama konflik horizontal di tengah masyarakat adat.

Baca Juga :  Konflik Kwamki Narama Berakhir, Panah Babi dan Patah Panah Jadi Ritual Damai

“Sebelum alat (berat-red) itu masuk, masyarakat di sana hidup berdampingan dan melakukan aktivitas pendulangan. Kehadiran alat berat inilah yang memicu konflik menurut kedua pihak,” ujar Kapolda saat ditemui di Mako Polres Mimika, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, langkah penarikan alat berat merupakan upaya awal untuk meredam ketegangan dan membuka ruang dialog antara kedua kelompok masyarakat yang berselisih.

Kapolda juga mengungkap adanya dugaan kuat aktivitas perusahaan yang beroperasi tanpa izin di kawasan tersebut. Karena itu, penghentian operasional menjadi keputusan yang tidak bisa ditawar.

“(Aktivitas itu-red) ilegal makanya saya perintahkan keluar. Tidak ada izin, keluar. Kita harus lakukan langkah awal biar masyarakat tenang,” tegasnya.

Baca Juga :  Polsek Mimika Baru Rangkul Warga Perangi Miras

Instruksi penghentian sementara seluruh aktivitas alat berat akan berlaku hingga ada kejelasan status hukum serta kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang bertikai.

Setelah situasi dinilai kondusif, aparat keamanan bersama pemerintah daerah akan memfasilitasi pertemuan antara tokoh masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro guna mencari solusi permanen atas persoalan tersebut.

Di akhir keterangannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas keamanan demi mendukung proses pembangunan di Provinsi Papua Tengah.

“Mari kita jaga Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah ini tetap kondusif,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Olah TKP Pengrusakan Tembok Pagar Lahan Keuskupan Timika
Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu
Mediasi dengan Keluarga Korban, TNI Ungkap Kronologi Penembakan di Tembagapura
Operasi di Jayawijaya, Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi Diduga Milik OPM
Polres Mimika Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar
Sat Resnarkoba Polres Mimika Bongkar Pabrik Miras, Pelaku Raib di Balik Sungai
Kasus Begal Sadis di Bougenville Mimika Masuk Tahap II, Dua Tersangka Segera Disidangkan
Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:36 WIT

Polisi Olah TKP Pengrusakan Tembok Pagar Lahan Keuskupan Timika

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:15 WIT

Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu

Senin, 11 Mei 2026 - 22:30 WIT

Mediasi dengan Keluarga Korban, TNI Ungkap Kronologi Penembakan di Tembagapura

Senin, 11 Mei 2026 - 19:23 WIT

Operasi di Jayawijaya, Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi Diduga Milik OPM

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Polres Mimika Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Terungkap Penyebab Gereja Katolik di Mimika Terbakar

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:48 WIT

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:29 WIT