MIMIKA — Mengantisipasi tingginya ancaman kanker leher rahim (serviks) pada perempuan, Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Mimika menuntaskan rangkaian vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) tahap akhir.
Kegiatan yang digelar di kantor Loka POM Mimika, Jalan Hassanudin, Kamis (6/8/2026) ini diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, hingga masyarakat umum.
Program vaksinasi dosis ketiga (penutup) ini juga diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Loka POM Mimika, Dewan Pengurus KORPRI Nasional melalui program Sejuta Vaksin, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Kepala Loka POM Mimika, Rudolf Bonay, menyatakan bahwa sepanjang pelaksanaan program ini, pihaknya telah menyalurkan hampir 900 dosis vaksin HPV secara bertahap.
Layanan ini diberikan dengan skema subsidi khusus sehingga peserta cukup membayar Rp300 ribu per dosis—jauh lebih terjangkau dibandingkan tarif mandiri di fasilitas kesehatan swasta yang berkisar Rp1,5 juta hingga Rp5 juta untuk paket lengkap.
“Vaksinasi HPV ini khususnya untuk perempuan, Ibu-ibu. Ini memang harus diberikan tiga kali sehingga vaksinasi ini bekerja secara maksimal dan betul-betul bisa mencegah terjangkitnya penyakit kanker serviks ini kepada perempuan,” kata Rudolf Bonay kepada Galeripapua.com di sela-sela kegiatan.
Rudolf menambahkan, seluruh vaksin yang disuntikkan telah melewati pengujian keamanannya. Untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), para peserta diwajibkan menjalani observasi di lokasi sesaat setelah disuntik.
Sejauh ini, tidak ditemukan adanya keluhan maupun dampak medis signifikan dari para peserta.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat yang membuat kuota 300 peserta ludes hanya dalam waktu 2–3 hari pendaftaran, Loka POM Mimika berencana menaikkan kuota penerima manfaat pada tahun depan.
“Tahun depan kami harapkan bekerja sama dengan BPOM Pusat dan KORPRI termasuk pemerintah daerah, target kami bisa lebih dari 1.000 dosis yang diberikan,” ujar Rudolf.
Respons Positif dan Harapan Penerima Manfaat
Program vaksinasi bersubsidi ini mendapat sambutan baik dari para peserta. Selain menghemat biaya secara signifikan, kepastian perlindungan kesehatan menjadi alasan utama perempuan di Mimika memburu kuota vaksinasi tersebut.
Mariska Titartsole, salah satu peserta umum yang menyelesaikan dosis ketiganya, mengungkapkan kelegaannya usai menerima suntikan vaksin HPV tanpa harus melalui prosedur tes medis yang rumit.
“Yang mendorong saya mengikuti vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks, terus mencegah juga penularan-penularannya, biar nanti ke depan ini kan saya belum menikah juga. Jadi sebaiknya sejak dini lebih baik pencegahan,” kata Mariska.
Hal senada diungkapkan peserta lainnya, Sinta Eka dan Meli Boro. Keduanya mengaku beruntung bisa mendapatkan akses informasi cepat sehingga bisa menuntaskan program vaksinasi tiga tahap ini.
“Vaksin ini kan sangat penting sekali untuk perempuan. Pengalamannya sangat luar biasa dan sangat bersyukur karena kita bisa mendapatkan price-nya yang lebih affordable,” kata Sinta.
Meski demikian, para peserta berharap jangkauan sosialisasi dan alokasi kuota vaksinasi HPV subsidi dapat diperluas pada masa mendatang.
Langkah ini dinilai penting agar lebih banyak perempuan di wilayah pedalaman dan perkotaan Mimika yang terproteksi dari bahaya kanker serviks.







