Tekan Inflasi Jelang Nataru, Pemkab Mimika Gelar Pasar Murah

Endy Langobelen

Selasa, 17 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pasar murah di Gereja GKI Diaspora, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Selasa (17/12/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Kegiatan pasar murah di Gereja GKI Diaspora, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Selasa (17/12/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan pasar murah di Gereja GKI Diaspora, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Selasa (17/12/2024).

Kegiatan ini pun turut bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, TP-PKK, dan Perum Bulog KCP Timika.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga, menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya pasar murah ini adalah untuk menekan angka inflasi sekaligus membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak seperti biasanya, di pasar murah kali ini, Dinas Ketahanan Pangan juga menyediakan stan penjualan daging babi kiloan. Adapun olahan makanan daging babi matang yang dibagikan secara gratis oleh pihak TP-PKK.

Terkait hal itu, Yulius menerangkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, inflasi di Kabupaten Mimika belakangan ini naik akibat daging babi.

Baca Juga :  Persiapan Pentahbisan Uskup Timika Capai 70 Persen

“Inflasi paling tinggi di Provinsi Papua Tengah itu ada di Mimika. Minggu lalu, angkanya mencapai 4,8 dan yang membuat inflasi naik ini daging babi,” ujar Yulius.

Dinas Ketahanan Pangan Mimika menyediakan daging babi yang telah disubsidi untuk dijual di pasar murah di Gereja GKI Diaspora, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Selasa (17/12/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Oleh sebab itu, lewat pasar murah ini, pemerintah berupaya untuk menekan angka inflasi tersebut dengan memberikan subsidi penjualan daging babi. Harga sekilo daging babi yang seharusnya Rp220 ribu, disubsidi menjadi Rp100 ribu.

Di sisi lain, Yulius juga mempertanyakan kenapa daging babi pun ikut dimasukkan ke dalam data BPS. Sebab menurutnya daging babi bukanlah komoditi yang termasuk dalam pengukuran inflasi.

“Dalam pengukuran inflasi, daging babi itu tidak ada. Kenapa teman-teman BPS bisa kasih masuk itu. Kalau soal inflasi itu kan memang seperti bahan-bahan pokok. Sementara saat ini bahan pokok kita normal-normal kok. Tidak ada kenaikan harga juga di pasar. Hanya babi ini (yang naik),” tuturnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Geruduk Kantor Dinas Pendidikan Mimika Terkait Bantuan Biaya Pendidikan Khusus

Lebih lanjut disampaikan bahwa di pasar murah ini, selain daging babi, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan sebagainya termasuk minuman-minuman kaleng untuk menyongsong hari raya Nataru.

Dikatakan kegiatan pasar murah ini masih akan dilakukan pada tanggal 19 dan 21 Desember 2024 mendatang.

“Kita sudah tiga kali laksanakan, tambah ini berarti empat kali. Itu di SP6, Kwamki Narama, Mapurujaya, dan sekaranng di sini. Nanti besok tanggal 19 kami gelar di halaman Gereja Katolik SP1. Kemudian tanggal 21 nanti di halaman Emen Neme Yauware,” kata Yulius.

“Harapan kami yang pertama itu bisa membantu warga menjelang hari raya. Yang kedua itu dengan adannya pasar murah ini, bisa menurunkan inflasi kita yang sekarang sedang tinggi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Sayur di Timika Melonjak Jelang Iduladha
Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare
IHLS Gelar Bazaar di SAGA Waena, Tawarkan 15 Ribu Perkakas Rumah Tangga
Defisit Rp600 Miliar Mengintai, Mimika Percepat Diversifikasi Ekonomi
Menuju Penerapan Perda Perlindungan UMKM OAP, Pemkab Mimika Mulai Lakukan Sosialisasi
Lonjakan Harga Plastik Tekan Usaha di Mimika
Bupati Mimika Pastikan Stok LPG Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
Menteri Koperasi Resmikan Koperasi Merah Putih Atuka, Siap Jadi Model Nasional

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:08 WIT

Harga Sayur di Timika Melonjak Jelang Iduladha

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:30 WIT

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare

Kamis, 23 April 2026 - 17:21 WIT

IHLS Gelar Bazaar di SAGA Waena, Tawarkan 15 Ribu Perkakas Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 22:32 WIT

Defisit Rp600 Miliar Mengintai, Mimika Percepat Diversifikasi Ekonomi

Senin, 13 April 2026 - 14:17 WIT

Menuju Penerapan Perda Perlindungan UMKM OAP, Pemkab Mimika Mulai Lakukan Sosialisasi

Berita Terbaru

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:29 WIT

Dinas Lingkungan Hidup bersama PT Freeport Indonesia melakukan pembersihan sungai yang di penuhi sampah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Freeport

DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:15 WIT