TIFA Creative Kolaborasi dengan Pemkab Deiyai dalam Sayembara Desain Batik Suku Mee 2025

Endy Langobelen

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alfo Smith, Art Director TIFA Creative. (Foto: Istimewa/Dok. TIFA Creative)

Alfo Smith, Art Director TIFA Creative. (Foto: Istimewa/Dok. TIFA Creative)

MIMIKA — TIFA Creative berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam penyelenggaraan Sayembara Desain Batik Khas Suku Mee Kabupaten Deiyai 2025, yang berlangsung pada 23–25 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Deiyai dan diharapkan mampu melahirkan identitas batik khas Suku Mee yang autentik dan berkelanjutan.

Art Director TIFA Creative, Alfo Smith, turut hadir langsung sebagai juri dan akan berada di Deiyai sejak 24 November hingga berakhirnya acara. Ia menyampaikan apresiasi yang besar atas kepercayaan pemerintah daerah terhadap TIFA Creative dalam penyelenggaraan sayembara ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami keluarga besar TIFA Creative mau mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, Ketua PKK, Ketua Dekranasda, panitia sayembara, dan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Deiyai khususnya juga yang sudah mempercayakan TIFA untuk berkolaborasi dalam Sayembara Batik Suku Mee Kabupaten Deiyai,” ujarnya.

Flyer kegiatan Sayembara Desain Batik Suku Mee 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai. (Foto: Istimewa/Panitia Sayembara)
Flyer kegiatan Sayembara Desain Batik Suku Mee 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai. (Foto: Istimewa/Panitia Sayembara)

Menurut Alfo, kerja sama ini sekaligus menunjukkan komitmen TIFA untuk membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Baca Juga :  TIFA 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lomba Yospan dan Tari Nusantara Tingkat Nasional

“Puji Tuhan tahun ini kita berkolaborasi dengan Kabupaten Deiyai dalam rangka Sayembara Batik Suku Mee Kabupaten Deiya menjelang hari ulang tahun Kabupaten Deiyai pada tahun ini,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa TIFA bersama panitia senantiasa berdiskusi dan bertukar pikiran dalam proses seleksi karya peserta untuk memastikan desain yang terpilih benar-benar menggambarkan identitas budaya Suku Mee.

“TIFA sudah bersama-sama berjuang dengan panitia, dengan teman-teman untuk bisa memilah mana desain batik Suku Mee yang benar-benar dari Suku Mee itu yang akan dipilih untuk menjadi juara sebagai bentuk identitas batik Suku Mee yang akan datang dan berkelanjutan,” katanya.

Dukungan Penuh dari TIFA Creative

Dukungan TIFA Creative tidak hanya hadir sebagai juri, akan tetapi strategis dalam penyelenggaraan kegiatan. Alfo menyebut, TIFA menjadi penghubung untuk membuka koneksi lebih luas di masa yang akan datang.

“Dalam hal kolaborasi, TIFA secara garis besar mendukung kegiatan ini dalam berbagai hal. TIFA menjadi jembatan untuk koneksi keluar yang berkelanjutan untuk pengembangan kegiatan ini lebih jauh. Selain daripada itu TIFA adalah ruang, waktu, tenaga untuk panitia sayembara ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Syukuran Nataru Bersama, Ini Harapan Pj Bupati Mimika

Harapan untuk Peserta dan Masa Depan Batik Suku Mee

Alfo juga memberikan pesan khusus kepada para peserta dan masyarakat kreatif di Deiyai. Ia berharap sayembara ini menjadi jalan pembuka bagi desainer lokal untuk terus berkarya dan berkolaborasi dengan pemerintah hingga tingkat nasional.

“Harapannya semoga dengan hadirnya event Sayembara Batik Suku Mee Kabupaten Deiyai pada tahun ini semoga menjadi peluang, menjadi ruang waktu dan tenaga di waktu yang akan datang sehingga yang dapat juara 1, 2 dan 3 atau yang masuk finalis bisa menjadi kontribusi untuk Kabupaten Deiya atau daerahnya sendiri,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa peluang kolaborasi dengan kementerian terkait juga sangat terbuka jika kreativitas lokal terus berkembang.

“Kedepannya juga bisa membuka ruang agar berkolaborasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat atau kementrian-kementrian terkait, karena dalam posisi ini kementrian terkait juga tentunya akan memberikan apresiasi kalau teman-teman di Deiyai bisa juga bekerja sama dengan kementrian yang terkait,” kata Alfo.

Ia juga berharap sayembara ini nantinya tidak hanya menghasilkan motif batik khas Suku Mee yang kuat secara visual, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya dan menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Deiyai.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan
Jadi Tuan Rumah IFRC 2026, Freeport Bakal Padukan Penyelamatan Modern, Budaya Kamoro, dan Edukasi Sekolah
PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua
SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana
Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai
Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika
Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi
Lomba Rakyat di Waena, Pemuda Heram dan Kepala Suku Ohee Hidupkan Semangat HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:06 WIT

IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:58 WIT

Jadi Tuan Rumah IFRC 2026, Freeport Bakal Padukan Penyelamatan Modern, Budaya Kamoro, dan Edukasi Sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIT

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:15 WIT

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai

Berita Terbaru