JAYAPURA — Koops Swasembada berhasil mengamankan dua pucuk senjata api beserta sepuluh butir munisi saat melaksanakan patroli pengamanan wilayah di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan siaran pers yang diterima Galeripapua.com pada Senin (9/2/2026), dijelaskan bahwa keberhasilan pengamanan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diperoleh melalui pendekatan persuasif dan kemanusiaan.
Seorang warga Kampung Mosso berinisial M.L.A. memberikan informasi kepada personel Koops Swasembada terkait dugaan adanya upaya penyelundupan senjata api di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menindaklanjuti laporan itu, personel Koops Swasembada segera bergerak cepat melakukan patroli dan tindakan pengamanan di lokasi yang dimaksud.
Dari hasil kegiatan tersebut, aparat berhasil mengamankan dua pucuk senjata api beserta sepuluh butir munisi, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Koops Swasembada masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kepemilikan dan asal-usul senjata api tersebut. Pelaku yang diduga terlibat dalam upaya penyelundupan masih dalam pencarian.
Disampaikan bahwa pendekatan humanis yang dilakukan Koops Swasembada terhadap M.L.A. telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan.
Menanggapi keberhasilan tersebut, Pangkoops Swasembada Mayjen TNI Novi Rubadi, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat kepada TNI.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari pendekatan humanis yang terus kami bangun bersama masyarakat. Kepercayaan rakyat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. TNI hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Pangkoops Swasembada.
Koops Swasembada menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, seiring dengan upaya menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.










