TNI Buka Suara Soal Penyerangan Pos di Nabire, Tegaskan Bukan Pos Militer

Endy Langobelen

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah pos pengamanan di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, hangus dibakar dalam sebuah penyerangan yang dilakukan oleh anggota TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

Sebuah pos pengamanan di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, hangus dibakar dalam sebuah penyerangan yang dilakukan oleh anggota TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

NABIRE – TNI melalui Kodam XVII/Cenderawasih akhirnya buka suara terkait insiden penyerangan dan pembakaran pos di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada 21 Februari 2026 lalu.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan sejumlah informasi yang beredar di publik, termasuk klaim bahwa pos yang dibakar merupakan pos militer TNI.

“Perlu kami luruskan bahwa yang dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan,” ujar Kapendam dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, lokasi yang dibakar merupakan Pos Keamanan milik PT Kristalin Ekalestari yang kerap disebut masyarakat sebagai Pos Palang karena posisinya berada di luar wilayah perusahaan.

Dua Korban Jiwa, Satu Anggota TNI Gugur

Dalam insiden tersebut, kata Kapendam, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Salah satunya adalah anggota TNI, Serda Hamdani, personel Deninteldam XVII/Cenderawasih yang sedang melaksanakan tugas monitoring wilayah di Nabire.

Korban lainnya adalah warga sipil bernama Aksay Sandika Moho, yang diketahui merupakan karyawan PT Kristalin Ekalestari.

“Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan,” imbuhnya.

Kapendam menjelaskan, jenazah Serda Hamdani telah diberangkatkan pada 23 Februari 2026 ke Maros, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

“Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” jelasnya.

Sementara itu, jenazah korban sipil telah dikenali pihak keluarga karena memiliki tanda khusus di bagian mulut.

Klaim Perampasan Senjata Masih Diselidiki

Terkait klaim adanya perampasan senjata api sebagaimana disampaikan oleh pihak kelompok bersenjata, Kapendam menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung.

“Saat ini, masih dilakukan investigasi oleh Kodam XVII/Cenderawasih untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Papua Tengah Tuan Rumah Perdana LCC MPR RI, Momentum Bangun Karakter dan Nasionalisme Pelajar

Ia menjelaskan, kondisi lokasi kejadian yang habis terbakar membuat tim investigasi harus melakukan pendalaman secara detail untuk memastikan fakta di lapangan.

Pos Kamtibmas di Luar Area Perusahaan

Secara terpisah, manajemen PT Kristalin Ekalestari turut menyampaikan pernyataan resmi pada 22 Februari 2026.

Deputy Director PT Kristalin Ekalestari, Teguh Arief Herlambang, menyayangkan insiden penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Bendungan Kali Musairo SP1 Lagari.

“Dari laporan tim internal kami memang menyayangkan insiden tersebut. Saat ini, kami masih menunggu update dari stakeholder terkait untuk menunggu situasi terkini disana,” ujar Teguh.

Ia kembali menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar wilayah perusahaan. “Kita mempertegaskan bahwa lokasi kejadian di luar wilayah area perusahaan kami,” tegas Teguh.

Menurutnya, Pos Kamtibmas tersebut dibangun untuk membantu keamanan wilayah dan dijaga aparat yang bertugas. Berdasarkan laporan internal, pos penjagaan disebut dalam kondisi sepi saat kejadian berlangsung.

Pihak perusahaan menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan dari tim pemadam kebakaran, kepolisian, dan TNI, serta mengapresiasi gerak cepat aparat dalam menangani insiden tersebut.

PT Kristalin Ekalestari juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sebagai informasi, saat ini, TNI bersama aparat keamanan lainnya terus meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Situasi di Distrik Makimi sendiri terus dipantau ketat. Aparat keamanan masih memburu para pelaku dan memastikan kondisi tetap kondusif, sembari menunggu hasil investigasi lengkap terkait kronologi dan dampak insiden tersebut.

Klaim Tanggung Jawab TPNPB

Sebelumnya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, dalam siaran pers tertanggal 21 dan 22 Februari 2026, menyatakan bahwa Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya bertanggung jawab atas penyerangan yang terjadi di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi.

Baca Juga :  Polda Papua Tetapkan 9 Tersangka Korupsi Dana Desa Rp168 Miliar di Lanny Jaya

Dalam keterangannya disebutkan bahwa penyerangan dilakukan sekitar pukul 14.30 WIT dan mengakibatkan lebih dari dua aparat militer tewas, satu unit pos militer dibakar, satu unit mobil Hilux ditembak, serta perampasan sejumlah senjata api.

“Dalam penyerangan tersebut mengakibatkan lebih dari 2 aparat militer kolonial Indonesia tewas, satu unit pos militer Indonesia dibakar, penembakan satu unit mobil hilux serta perampasan 3 unit senjata laras panjang dan 1 unit pistol,” ujar Sebby.

Pada siaran pers lanjutan, pihak TPNPB mengklaim dua pucuk senjata SS1, empat magazen berisi 120 butir munisi, serta satu pucuk pistol G2 Combat telah berada di tangan pasukan Mayor Aibon Kogoya.

Mereka juga menyebut penyerangan berkaitan dengan aktivitas PT Kristalin Ekalestari yang dituding melakukan pertambangan ilegal serta menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan masyarakat adat.

Dalam pernyataan tersebut, TPNPB turut mengeluarkan imbauan kepada aparat keamanan dan warga sipil.

“Kepada aparat militer kolonialisme Indonesia bahwa seluruh senjata api yang dirampas dari pos militer Indonesia di Nabire telah menjadi aset TPNPB, sehingga operasi dan penyisiran yang telah dilakukan sejak kemarin hingga hari ini di Nabire oleh aparat militer Indonesia segera dihentikan karena Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya telah berada di Markas TPNPB,” tandasnya.

“Kami juga mengimbau agar warga imigran Indonesia yang berada di seluruh wilayah pertambangan emas ilegal di seluruh wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Baiya Biru, Intan Jaya hingga Manokwari segera di kosongkan sebelum jatuhnya korban jiwa yang berlebihan,” imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesta Miras Jadi Motif, Dalang Pencurian di Timika Akhirnya Ditangkap
Kejari Mimika Tangani 261 Perkara, Selamatkan Miliaran Rupiah Uang Negara
Polisi Bongkar Gudang Sabu di Mimika, 141 Paket Siap Edar Disita
DPMPTSP Mimika Sidak Toko Emas, Temukan Sejumlah Pelanggaran
Polres Mimika Selidiki Dua Kasus Dugaan Pembunuhan, Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Keluarga Korban di Kwamki Narama Tunda Pemakaman, Pilih Bakar Jenazah
Seorang Pria Tewas dengan Luka Bacok di Mimika, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku 1×24 Jam
Sadis! Pria di Mimika Tewas Ditembus Belasan Anak Panah

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 19:41 WIT

Pesta Miras Jadi Motif, Dalang Pencurian di Timika Akhirnya Ditangkap

Sabtu, 4 April 2026 - 19:45 WIT

Kejari Mimika Tangani 261 Perkara, Selamatkan Miliaran Rupiah Uang Negara

Jumat, 3 April 2026 - 23:12 WIT

Polisi Bongkar Gudang Sabu di Mimika, 141 Paket Siap Edar Disita

Kamis, 2 April 2026 - 02:25 WIT

DPMPTSP Mimika Sidak Toko Emas, Temukan Sejumlah Pelanggaran

Rabu, 1 April 2026 - 03:18 WIT

Polres Mimika Selidiki Dua Kasus Dugaan Pembunuhan, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, berkomunikasi dengan para pejabat usai apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (13/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Pemerintahan

Wabup Mimika Tegur Pejabat Tahan Kendaraan Dinas Usai Mutasi

Senin, 13 Apr 2026 - 15:02 WIT

Salah satu toko penjual plastik di Kabupaten Mimika yang terdampak kenaikan harga bahan baku. Galeripapua/ Kevin Kurni

Ekonomi

Lonjakan Harga Plastik Tekan Usaha di Mimika

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:37 WIT

Finalis Duta Bahasa Papua 2026 pada malam puncak pemilihan duta bahasa Papua di Kota Jayapura, Sabtu, 11 April 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:01 WIT