Polda Papua Tetapkan 9 Tersangka Korupsi Dana Desa Rp168 Miliar di Lanny Jaya

Endy Langobelen

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Papua menggelar konferensi pers di Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

Polda Papua menggelar konferensi pers di Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

JAYAPURA – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Kasus yang berlangsung sepanjang 2022 hingga 2024 itu diduga merugikan negara hingga Rp168,1 miliar.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, mengatakan kasus ini terungkap setelah penyidik menemukan adanya praktik pemindahbukuan dana desa tanpa izin serta penerbitan peraturan bupati yang tidak sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat dari perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan kerugian negara berdasarkan audit APKKN sebesar Rp168.172.682.675,” kata Irjen Pol. Renwarin dalam konferensi pers di Jayapura, Kamis (25/9/2025).

Modus pemindahbukuan dan aturan bupati

Menurut Renwarin, penyalahgunaan Dana Desa yang bersumber dari APBN terjadi karena adanya surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) kepada Kepala Bank Papua Cabang Tiom untuk memindahbukukan dana dari rekening kampung ke rekening Operasional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (OPS P3MD).

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

“Tindakan itu dilakukan tanpa sepengetahuan kepala kampung maupun bendahara, dan jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara,” ujar Renwarin.

Baca Juga :  Polda Papua Barat Musnahkan BB Ganja Milik DPO Lapas Kota Sorong

Sementara pada ADD yang bersumber dari APBD, dugaan penyelewengan terjadi setelah terbitnya Peraturan Bupati Lanny Jaya Nomor 4 Tahun 2023 dan Nomor 2 Tahun 2024 mengenai pembagian alokasi dana kampung.

Kapolda menyebut kedua aturan itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, termasuk Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 dan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa.

Sembilan orang ditetapkan tersangka

Renwarin menyebutkan sembilan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pejabat pemerintah daerah, tenaga ahli, hingga pejabat bank. Mereka antara lain sebagai berikut.

Polda Papua menggelar konferensi pers di Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
Polda Papua menggelar konferensi pers di Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
  1. TK, Plt. Kepala DPMK Lanny Jaya 2024, dengan keuntungan Rp16,1 miliar.
  2. YFM, Koordinator Tenaga Ahli, dengan keuntungan Rp69,2 miliar.
  3. CY, tenaga ahli, dengan keuntungan Rp5,2 miliar.
  4. AS, Sekretaris DPMK 2022–2023, dengan keuntungan Rp44,2 miliar.
  5. TY, Kabid Pemberdayaan Masyarakat, dengan keuntungan Rp22,2 miliar.
  6. PW, Sekda sekaligus Pj Bupati 2022–2024, dengan keuntungan Rp11 miliar.
  7. SM, Pimpinan Bank Papua Cabang Lanny Jaya 2023, terkait pemindahbukuan Rp34 miliar.
  8. JU, Pgs. Pimpinan Bank Papua Cabang Lanny Jaya 2023, terkait pemindahbukuan Rp21 miliar.
  9. HDW, Pimpinan Bank Papua Cabang Lanny Jaya 2023–2024, terkait pemindahbukuan Rp77 miliar.
Baca Juga :  Pentolan KKB Paniai, Petrus Pekei Ditangkap Usai DPO 8 Tahun

Barang bukti yang disita

Dalam proses penyidikan, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp14,6 miliar, tanah di Tana Toraja dan Keerom, serta empat unit mobil.

“Kasus ini menunjukkan adanya penyalahgunaan kewenangan secara sistematis, melibatkan berbagai pihak, baik pejabat pemerintah daerah maupun pihak perbankan,” tegas Renwarin.

Polda Papua menggelar konferensi pers di Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
Polda Papua menggelar konferensi pers di Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

Jerat hukum kepada tersangka

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 5 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Mereka juga disangkakan melanggar UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Mimika Bongkar Empat Kasus Narkotika, Barang Bukti Dimusnahkan
Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Mimika Terkendala Saksi dan CCTV
Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIT

Polres Mimika Bongkar Empat Kasus Narkotika, Barang Bukti Dimusnahkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Mimika Terkendala Saksi dan CCTV

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru